Reviev Film: Midsommar (2019)
Film
Midsommar di sutradarai oleh Ari Aster yang juga orang dibalik suksesnya film
Hereditary. Film ini berkisahkan tentang seorang wanita yang bernama Dani Ardor
(Florence Pugh), yang mengalami trauma yang mempengaruhi mentalnya, ditambahnya
hubungan asmara yang memburuk.
Suatu
hari, Christian diundang oleh salah satu temannya, Pelle, untuk menikmati liburan
musim panas mereka dikampung halamannya, Hälsingland, Swedia. Usulan yang
dikatakan Pelle sangat menarik. Karena, ada sebuah perayaan yang dilakukan sekali
dalam 90 tahun dan berlangsung Sembilan hari lamanya.
Dani
yang tidak mengetahui hal tersebut merasa bahwa dia akan ditinggalkan
sendirian, dan mulai bertanya pada Chris. Melalui sedikit perdebatan, akhirnya
Dani ikut bersama mereka juga teman-teman Chris.
Melalui
perjalanan yang panjang untuk sampai ketempat tujuan mereka, akhirnya sampailah
mereka dikampung halaman Pelle, desa Harga. Suasananya ala-ala pedesaan, dengan
tone yang cerah serta lagi-lagi transisi yang smooth diberikan oleh Ari
Aster namun menurut saya ini creepy, melihat semua orang berpakaian serba
putih. Belum lagi tempat peristirahatan mereka dalam satu tempat yang sama dan
jika kalian perhatikan dindingnya itu terdapat banyak gambar, semeotika difilm
ini banyak banget.
Namun,
kehangatan yang mereka rasakan saat disambut oleh warga di desa Harga tidak
bertahan lama. Dimulai dengan scene seorang kakek dan nenek yang terjun dari
atas tebing sampai meninggal dan disaksikan oleh warga seolah-olah itu hal yang
biasa.
Adat
dari desa Harga ialah saat umur mencapai 72 tahun, maka kalian harus melakukan
ritual jatuh dari tebing. Maksudnya adalah saat kalian makin tua kalian akan
dengan mudah terserang penyakit dan membutuhkan orang untuk merawatnya,
daripada kalian bersakit-sakit jadi sekalian saja kalian melakukan ritual “bunuh
diri” dengan harapan kalian akan memiliki reinkarnasi dimasa yang akan datang.
Mungkin
bagi kalian yang masih bingung dengan sesosok perempuan kecil yang memiliki
bentuk wajah yang aneh, setelah saya nonton lagi perempuan itu memiliki tugas
untuk menulis buku (semacam Al-Kitab desa Harga), kondisi wajah ini didapatkan
karena hubungan seks sedarah atau inces. Saya lupa durasi keberapa, yang
jelas ada dialog yang seolah-olah mengatakan bahwa sebelumnya memang ada kondisi
fisik dari mereka yang seperti itu karena hubungan sedarah dan itu terus dilakukan
kalua si gadis ini telah meninggal.
Saya
menyimpulkan bahwa hubungan sedarah ini dibenarkan oleh warga di desa Harga untuk
meneruskan penulis Al-kitab mereka. Karena kondisi fisik yang berbeda, anak
dari hubungan sedarah dianggap suci dan bersih dari dosa dan dipercayakan untuk
menulis di Kitab mereka. ‘Lah terus kok anak lain normal?’ hemm coba pikirkan, anak
dari hubungan sedarah akan memiliki gen yang tidak seimbang dan berakhir dengan
kondisi fisik yang berbeda, lantas dari hubungan seks apakah anak lain terlahir
dalam kondisi fisik normal? Ini akan terjawab saat kalian menontonnya dengan
seksama.
Beberapa
hari kemudian beberapa teman Chris mulai hilang entah kemana (nonton aja biar
tahu) yang tersisa hanya Dani yang menjadi putri bulan Mei karena menang dalam
salah satu ritual dalam sembilan hari perayaan desa Harga.
Saya
kurang tahu film ini tayang di bioskop Indonesia atau tidak, mengingat ada
banyak adegan seperti ritual seks, sekte, serta ramuan minuman pemikat cinta. Jika
ditayangkan, film ini memiliki banyak bagian untuk disensor oleh Lembaga Film
Indonesia.
Banyak
yang bertanya-tanya tentang Midsommar sebagai sequel dari Hereditary
(lihat gambar dibawah)


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.