Love,
Simon
Film ini disutradarai
oleh Greg Berlanti yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul Simon vs Homo
Sapiens Agenda karya Becky Albertalli. Film ini juga termasuk dalam Garapan 20th
Century Fox.
Simon Spier (Nick
Robinson) akan menceritakan kisah cintanya dengan seseorang dari internet serta
bagaimana dia Coming Out tentang orientasi seksualnya, yaitu gay. Simon
memiliki empat teman dekat, Leah Burke (Katherine Langford), Abby Suso
(Alexandra Shipp) dan Nick Eisner (Jorge Lenderborg). Oh ya! Film ini tidak
tayang di bioskop Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa negara kita terlalu ketakutan
dengan isu LGBT.
Semua bermula saat Leah
memberi tahu Simon untuk membuka Creek Secret, website sekolah mereka (seperti
facebook khusus murid sekolah). Ada sebuah postingan tentang seseorang yang
merasa bimbang karena memiliki orientasi seksual gay, postingan tersebut
ditulis oleh Blue (nama samaran). Simon yang merasa bahwa dia tidak sendiri
mulai penasaran siapa orang itu.
Simon mulai mengirim
pesan ke alamat email Blue. ‘Hey’, kata pertama yang akan membawa Simon ke
kisah cinta ala anak SMA. Berlanjut Simon menulis bahwa dia memiliki kehidupan
yang sangat normal, memiliki keluarga dan teman yang baik, kecuali satu hal,
bahwa dia seorang gay. Sama halnya seperti Blue, Simon menyamarkan namanya
menjadi Jacques.
Simon dan Blue akhirnya
sering berkirim email, bercerita tentang serunya film Game of Trones, dan
bergurau tentang saat orang lain menahan
nafas ketika payudara Dragon Princes terlihat sedangkan dia lebih tertarik
melihat John Snow yang rupawan.
Simon lebih sering
memperhatikan pria-pria yang ada di sekolahnya, menebak siapakah sesosok Blue,
mulai dari teman Party sampai gurunya.
Sepertinya simon terlalu
ceroboh untuk meninggalkan komputer perpustakaan dengan keadaan akun Gmail yang
tidak logout, yang akhirnya diketahui oleh Martin. Martin tidak akan
membongkar rahasia besar itu dengan satu syarat, dia menyuka teman Simon, Abby.
Saya pikir kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi 😊
Tidak punya pilihan lain.
Simon menyetujui hal itu. Pendekatan yang dilakukan Martin sepertinya sedikit
membuat Abby terpukau. Simon tahu ini hal yang sulit, dia tahu Nick sahabatnya
sudah lama menyukai Abby, dengan terpaksa dia berbohong bahwa Abby memiliki
gebetan. Hal yang akan menambah masalah bagi Simon.
Nampaknya rahasia yang
ditutup serapat mungkin tidak akan bisa bertahan, Martin yang sakit hati karena
ditolak cintanya, akhirnya membongkar rahasia Simon dengan bukti foto isi email
yang diuggah di Creek Secret. Simon mulai membuka diri kepada keluarganya, menjadi
bulan-bulanan di sekolah, masalah Abby yang sebenarnya tidak memiliki gebetan
juga terbogkar. Namun, Simon percaya bahwa menjadi gay bukan kesalahan, dukungan
dari lingkungan seperti keluarga dan sahabat adalah yang terpenting.
Oh ayolah! Jangan lupakan
sesosok Blue, Simon tidak menyerah untuk mencari siapa Blue. Lewat tulisannya
di Creek Secret, dia menulis tentang muaknya dia menyembunyikan ini semua, dia
muak karena tidak bebas menjadi dirinya sendiri, dia merasa sebagai gay dia
berhak mendapatkan kisah cinta selayaknya pasangan hetero. Diakhir tulisan, dia
membuat pernyataan bahwa akan menunggu kedatangan Blue di Bianglala kota.
