Showing posts with label semeotik. Show all posts
Showing posts with label semeotik. Show all posts

Sunday, February 2, 2020

Review Film: Perfect Blue (1997). Film 'Gila' Dalam Sejarah Anime



Review Film: Perfect Blue
Satoshi Kon menggarap film anime yang diberi judul Perfect Blue, tema dari film ini Psikologis Thriller. Satoshi sendiri dikenal sebagai sutradara yang sering membuat cerita yang dianggap aneh oleh sebagian orang. Film ini juga sebagai film pertama yang digarap oleh Satoshi, Perfect Blue awalnya merupakan karya yang diadaptasi dari novel karya Yoshikazu Takeuchi (1991).
Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang idol bernama Mima Kirigoe, dia tergabung dalam sebuah grup idola bernama CHAM! Walaupun telah debut dan memiliki beberapa lagu, grup idola ini tak kunjung menemui kesuksesan. Pihak agensi akhirnya memutuskan mengeluarkan Mima dan menjadikannya sebagai seorang aktris, saat itu aktris dinilai lebih menjanjikan untuk menaikan saham agensi.

Saat menonton film ini, saya tercengang dan sedikit bingung, kita akan kesulitan membedakan antara realita, imajinasi, dan ekspetasi yang seringkali membaur dan tergabung satu sama lain. Namun, semakin film ini berjalan kita akan semakin intens menyerap setiap twist-twist yang tersaji secara sempurna. Ada kecurigaan terhadap beberapa tokoh yang kemudian kecurigaan itu hilang, dan beberapa adegan yang diambil lewat perspektif yang memukau.
Mari kita lanjut, setelah Mima keluar dari grup idola tersebut akhirnya dia bermain dalam sebuah film, namun dialognya masih sedikit karena Mima sendiri masih berstatus aktris yang baru. Menjadi aktris tidaklah mudah untuknya, banyak fans setianya yang menginginkan dia tetap menyanyi dan menari untuk mereka.
Di tahun tersebut ketika dunia internet baru mulai dikenal di Jepang, seorang fans membuat situs khusus untuk Mima yang isinya menceritakan kehidupan sehari-hari Mima, anehnya saat Mima membaca situs tersebut setiap cerita yang tertulis benar-benar detail. Dimulai saat Mima yang selalu menggunakan kaki kanan terlebih dahulu sebelum turun dari kereta, karena Mima takut terkena sial jika menggunakan kaki kiri dan beberapa hal yang tertulis secara detail.


Setelah beberapa waktu, beberapa film mulai dibintanginya, film yang sangat berani karena bertema prostitusi. Manager dari Mima terlihat tidak setuju karena image Mima adalah seorang gadis yang manis, namun dengan berani Mima akhirnya menyetujui film tersebut. Tubuh Mima sangat terekspose dalam film tersebut, tak berenti sang stalker mulai menjadi semakin agresif.
Sutradara dan penulis naskah dari film yang dibintangi Mima meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. Kondisi psikologis Mima semakin memperihatinkan, dalam pembunuhan tersebut, seolah-olah Mima yang melakukannya, karena dalam situs internet yang menceritakan kehidupan Mima tertulis dengan jelas seolah-olah yang menulis pembunuhan tersebut adalah dia sendiri serta kantong penuh darah muncul dilemarinya.


Boleh saya katakan bahwa film ini adalah salah satu film paling ‘Gila’ dalam sejarah anime

“Siapakah engkau?” adalah kalimat yang terus ditanyakan kepada dirinya sendiri. Mima ingin terlihat sebagaimana dirinya yang sekarang, seorang aktris. Namun, Mima sulit mengubah persepsi dari orang disekitarnya yang melihat Mima sebagai seorang idol belaka. Menurut saya, Mima memiliki Gangguan Psikotik (Psychotic Disorder), Mima mulai berhalusinasi, mendengar dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Jika kalian telah menonton film ini, ingatkah kalian sesosok pria aneh yang terus mengikuti Mima? Pria aneh tersebut semakin mengikuti Mima kemanapun dia pergi dengan serangkaian peristiwa aneh. Munculnya sesosok gadis mirip Mima yang memakai pakaian Mima saat menjadi idol dulu turut membuat jalan cerita semakin rumit. Sebagai penonton, sangat sulit membedakan mana dunia khayalan dengan dunia nyata Mima

Mima dan bayangan mirip dirinya 

Obsesi berlebihan dari fans membuat film ini ditujukan untuk mereka yang terobsesi akan suatu hal, sekaligus menceritakan bagaimana wanita mengekspose tubuh mereka demi menaikan popularitas. Semua terpampang nyata seolah tidak ada yang ditutupi.
Diakhir film, Mima terlihat bahagia dan mengatakan "Tapi, berkat dia, aku adalah aku yang sekarang” sembari melihat cermin dan melanjutkan “Tidak, aku yang asli”. Mima mengatakan seolah-olah dia adalah pemenang dari semua kejadian yang menimpanya. Dia berhasil menjadi dirinya sendiri, seorang aktris.






Monday, January 6, 2020

Review Film: Ready or Not. Tradisi keluarga Gila




Film ini adalah film horror misteri thriller Amerika Serikat yang disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Film ini tergolong ringan untuk film bertema horror misteri thriller. Sebuah keluarga bermarga Le Domas memiliki tradisi aneh yang dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi keluarga mereka utnuk mempertahankan kekayaan yang mereka miliki. Sampai suatu ketika tradisi ini dilakukan kembali saat pernikahan anggota keluarga mereka.
Grace (Samara Weaving) adalah seorang gadis yang memiliki kekasih bernama Alex Le Domas (Mark O’Brien). Alex diketahui berasal dari keluarga berada, mereka akan melakukan pernikahan untuk melanggengkan hubungan yang telah lama mereka jalani. Grace merasa bahagia bisa menikah di rumah keluarga besar Alex, pernikahan itu dihadiri oleh seluruh keluarga Alex dan kerabat dekat mereka.
Malam tradisi dimulai oleh keluarga Le Domas. Tradisi ini adalah permainan kecil namun memiliki arti yang besar bagi keluarga ini. Saat mencabut salah satu kartu, Grace mendapatkan kartu “Hide and Seek” atau petak umpet. Namun, ini bukan petak umpet biasa, justru ini membuat Alex dan ibunya Becky Le Domas khawatir.
Grace akan menghadapi peristiwa berdarah dalam hidupnya, dia harus bersembunyi dan jangan sampai ketahuan oleh siapa pun, masing-masing keluarga memegang senjata yang siap kapan saja membunuh Grace. Tentu saja Grace yang dihadapkan situasi seperti ini langsung shock berat dengan malam pertama yang tidak seindah yang diharapkan, justru hal gila inilah yang terjadi.
Samara Weaving menurutku berhasil mentransformasi dirinya menjadi wanita yang nakal dalam film ini, yang kemudian berpikir logis, shock dan kemudian menunjukan kegilaannya sendiri pada keluarga Le Domas.
Menurutku, film ini tampil baik menyajikan sekaligus menggiring penonton pada kesintingan yang mungkin saja tersimpan jauh di salah satu isi otak dan hati kita semua, tentang bagaimana keluarga yang kaya raya mendapatkan semua kekayaan itu. Well, itu hanya konspirasiku saja haha.


Wednesday, December 25, 2019

Review Film: Midsommar (2019)




Reviev Film: Midsommar (2019)

Film Midsommar di sutradarai oleh Ari Aster yang juga orang dibalik suksesnya film Hereditary. Film ini berkisahkan tentang seorang wanita yang bernama Dani Ardor (Florence Pugh), yang mengalami trauma yang mempengaruhi mentalnya, ditambahnya hubungan asmara yang memburuk.
Suatu hari, Christian diundang oleh salah satu temannya, Pelle, untuk menikmati liburan musim panas mereka dikampung halamannya, Hälsingland, Swedia. Usulan yang dikatakan Pelle sangat menarik. Karena, ada sebuah perayaan yang dilakukan sekali dalam 90 tahun dan berlangsung Sembilan hari lamanya.
Dani yang tidak mengetahui hal tersebut merasa bahwa dia akan ditinggalkan sendirian, dan mulai bertanya pada Chris. Melalui sedikit perdebatan, akhirnya Dani ikut bersama mereka juga teman-teman Chris.
Melalui perjalanan yang panjang untuk sampai ketempat tujuan mereka, akhirnya sampailah mereka dikampung halaman Pelle, desa Harga. Suasananya ala-ala pedesaan, dengan tone yang cerah serta lagi-lagi transisi yang smooth diberikan oleh Ari Aster namun menurut saya ini creepy, melihat semua orang berpakaian serba putih. Belum lagi tempat peristirahatan mereka dalam satu tempat yang sama dan jika kalian perhatikan dindingnya itu terdapat banyak gambar, semeotika difilm ini banyak banget.
Namun, kehangatan yang mereka rasakan saat disambut oleh warga di desa Harga tidak bertahan lama. Dimulai dengan scene seorang kakek dan nenek yang terjun dari atas tebing sampai meninggal dan disaksikan oleh warga seolah-olah itu hal yang biasa.
Adat dari desa Harga ialah saat umur mencapai 72 tahun, maka kalian harus melakukan ritual jatuh dari tebing. Maksudnya adalah saat kalian makin tua kalian akan dengan mudah terserang penyakit dan membutuhkan orang untuk merawatnya, daripada kalian bersakit-sakit jadi sekalian saja kalian melakukan ritual “bunuh diri” dengan harapan kalian akan memiliki reinkarnasi dimasa yang akan datang.
Mungkin bagi kalian yang masih bingung dengan sesosok perempuan kecil yang memiliki bentuk wajah yang aneh, setelah saya nonton lagi perempuan itu memiliki tugas untuk menulis buku (semacam Al-Kitab desa Harga), kondisi wajah ini didapatkan karena hubungan seks sedarah atau inces. Saya lupa durasi keberapa, yang jelas ada dialog yang seolah-olah mengatakan bahwa sebelumnya memang ada kondisi fisik dari mereka yang seperti itu karena hubungan sedarah dan itu terus dilakukan kalua si gadis ini telah meninggal.
Saya menyimpulkan bahwa hubungan sedarah ini dibenarkan oleh warga di desa Harga untuk meneruskan penulis Al-kitab mereka. Karena kondisi fisik yang berbeda, anak dari hubungan sedarah dianggap suci dan bersih dari dosa dan dipercayakan untuk menulis di Kitab mereka. ‘Lah terus kok anak lain normal?’ hemm coba pikirkan, anak dari hubungan sedarah akan memiliki gen yang tidak seimbang dan berakhir dengan kondisi fisik yang berbeda, lantas dari hubungan seks apakah anak lain terlahir dalam kondisi fisik normal? Ini akan terjawab saat kalian menontonnya dengan seksama.
Beberapa hari kemudian beberapa teman Chris mulai hilang entah kemana (nonton aja biar tahu) yang tersisa hanya Dani yang menjadi putri bulan Mei karena menang dalam salah satu ritual dalam sembilan hari perayaan desa Harga.
Saya kurang tahu film ini tayang di bioskop Indonesia atau tidak, mengingat ada banyak adegan seperti ritual seks, sekte, serta ramuan minuman pemikat cinta. Jika ditayangkan, film ini memiliki banyak bagian untuk disensor oleh Lembaga Film Indonesia.
Banyak yang bertanya-tanya tentang Midsommar sebagai sequel dari Hereditary (lihat gambar dibawah)


 durasi 1:01:15
 Bukankah pasangan yang berjalan itu mirip dengan Dani dan Chris? Saya akui memang itu terlalu mirip, namun saat saya menonton film ini saya belum menemukan dengan pasti hubungan antara Hereditary dan Midsommar. Untuk penutup, menurut saya Ari Aster sukses menghadirkan suasana horor disiang hari.



5 Fakta Kamen Rider Black. Si Ksatria Baja Hitam

Dunia perfilman selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta Box Office atau bioskop, sampai saat ini sudah banyak film yang mengudara....