Showing posts with label waktu. Show all posts
Showing posts with label waktu. Show all posts

Wednesday, February 26, 2020

Review Film: Interstellar (2014)





Gargantua (Lubang Hitam) 


Interstellar yag berarti antar bintang adalah film fiksi ilmiah petualangan tahun 2014 yang disutradarai oleh Christopher Nolan dan diproduseri oleh Emma Thomas. Yeah, fyi interstellar adalah batas pengetahuan manusia tentang astronomi, kalian tahu kan kita hidup di galaksi bernama Bima Sakti? Nah selain itu ada ribuan galaksi yang berbeda-beda di luar sana.


Di masa depan saat bumi dilanda krisis, badai terjadi, panen yang gagal, badai debu yang menerjang daratan.  Apa yang bisa diharapkan?


Cooper, seorang mantan pilot uji coba NASA dimintai agar ikut bekerja sama dengan Profesor Brand dalam misi menyelamatkan bumi. Profesor Brand memintanya untuk mencari planet baru yang memiliki potensi untuk hidup di sana. Bersama Amelia Brand dan beberapa rekan kerja, akhirnya merek berangkat meninggalkan bumi dan mencari panet baru di Galaksi Bima Sakti.


Keputusan cooper yang memilih bergabung membuat anaknya Murph kecewa, dan berakhir dengan perpisahaan yang tidak baik. Cooper, putri profesor Brand, Amelia (Anne Hathaway), fisikawan Rommily (David Gyasi), geografer Doyle (Wes Bentley) beserta satu robot serbaguna bernama TARS (Bill Irwin) berangkat menuju Saturnus selama dua tahun sebelum terbang ke galaksi baru. Ketika melintasi lubang cacing, Amelia bertemu makhluk luar dimensi yang ia yakini menaruh lubang cacing untuk menyelamatkan umat manusia.


Melewati lubang cacing dan berada di dimensi lain tentunya menghadapi rentang waktu yang berbeda dengan bumi, mereka menemukan planet yang berpotensi untuk bisa di huni. Namun, mereka menemukan bahwa planet tersebut tidak layak huni karena ada banyak gelombang pasang raksasa yang terus-menerus menerjang permukaan. Saat mereka kembali ke Edurance mereka telah melewati waktu selama 23 tahun.


Murph telat bergabung di NASA dan terus berusaha untuk menyelesaikan masalah fisika yang selama ini membuat Prof Brand bingung. Masalahnya adalah bagamana manusia bisa dapat keluar dari tarikan gravitasi yang ada di bumi secara menyeluruh. Di usia yang semakin tua, Prof Brand merasa sudah tidak memiliki kemampuan lagi dan tidak ada harapan untuk membawa Cooper dan Endurance pulang. Murph diberi tahu bahwa sebenarnya dari awal Prof Brand sudah mengetahui tidak ada jalan keluar dalam persoalan yang dihadapi manusia pada saat ini.


Murph mengirim pesan yang di terima Endurance bahwa tidak ada jalan keluar, Cooper menyadari masih ada harapan untuk menyelamatkan umat manusia, melewati Gargantua dan mengirim TARS ke dalamnya untuk mengumpulkan data singularitas di balik lubang hitam  kemudian melempar pesawatnya dengan bantuan gravitasi ke arah planet Edmunds. Cooper berbohong kepada Amelia dan mengirim pesawatnya sendiri ke Gargantua sehingga Amelia dapat keluar dari tarikan gravitasi. Cooper melontarkan dirinya sebelum pesawatnya hancur, lalu terjebak di ruang luar dimensi tempat waktu tidak bersifat linier dan diwakili oleh kamar tidur Murph. Ia sekarang mampu menyaksikan setiap detik hidup Murph secara bersamaan, lalu menyadari bahwa dirinya adalah hantu Murph dan dapat memancarkan data yang dikumpulkan TARS melalui batasan dimensi agar Murph bisa menyelesaikan persamaan Profesor Brand.


Misi Cooper akhirnya selesai. Makhluk luar dimensi, manusia yang telah berevolusi dan melintasi alam semesta fisik, menutup ruang tesseract tersebut dan melepaskan Cooper kembali ke tata surya melalui lubang cacing di dekat Saturnus. Ia pun ditemukan oleh sebuah wahana NASA. Ia bangun di wahana NASA yang berperan sebagai pemandu wahana pengangkut manusia lainnya menuju lubang cacing. Cooper akhirnya bertemu kembali dengan Murph yang saat ini merupakan wanita lanjut usia, karena rentang waktu setelah melewati lubang cacing sangat panjang. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan untuk terakhir kalinya, ia mencuri salah satu kapal NASA dan masuk ke lubang cacing untuk mencari Amelia yang telah menemukan sisa-sisa ekspedisi Edmunds sekaligus planet yang dapat menopang kehidupan.




Sunday, December 15, 2019

Quote: Hidupmu Pilihanmu





Aku suka hujan.
Sebuah anugerah dari Tuhan untuk hambanya yang lupa cara bersyukur.
Aku bingung saat datangnya hujan, mengapa banyak orang yang mengaitkannya dengan kesedihan.
Perkara sedih, menurutku itu manusiawi.
Itu salah satu dari sekian bumbu kehidupan yang akan kita lewati. Bumbu yang akan mewarnai hidupmu. Bumbu yang akan membuatmu bijak dalam mengambil setiap langkah yang akan kau pijak.
Ayolah, bangun dan cari bumbu lainnya. 
Ini hidupmu, tak ada satupun orang yang menghalangimu.
Kamu merasa gagal? Hahaa selamat.
Kamu masih terjebak dalam lingkaran kegagalan yang kamu buat.
Kamu masih berpikir dua kali saat ingin mengambil langkah.
Selamat. Kamu masih tinggal ditempat yang sama untuk sesuatu yang tidak terulang kembali.
Mau sampai kapan kamu terjebak dalam lingkaran kepedihan? 
Melihat mereka yang tertawa bahagia, karena berani melangkah mengikuti kata hati.
Janganlah takut untuk melangkah.
Ini hidupmu.
Kamu sutradara.
Kamu mengatur jalannya hidupmu.
Tak seorangpun berhak menjatuhkanmu.
Percayalah. Dirimu bisa melakukannya.
Apapun yang kamu lakukan, tak akan terlihat baik untuk orang yang menghalangimu.
Karena manusia tak akan terlihat baik didepan manusia.

Friday, December 6, 2019

Puisi: Waktu




Waktu yang mulai mengupas
Mengupas masa lalu
Terulang dalam irama ketidakpastian
Inginku menolak
Tapi waktu mendorong
Dulu
Disaat kita berhadapan dan tertawa
Kenangan indah
Rusak karena rakusnya diri
Waktu mulai berlalu
Menyisakan sakit yang tak kunjung sembuh
Akankah ini berakhir?
Akankan aku melupakanmu?
Dulu
Kita berdiri Bersama
Sekarang kita pergi dengan arah yang berbeda
Aku
Tetap berputar di tempat yang sama
Didalam jurang ketidakpastian

5 Fakta Kamen Rider Black. Si Ksatria Baja Hitam

Dunia perfilman selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta Box Office atau bioskop, sampai saat ini sudah banyak film yang mengudara....