Bagi
kalian yang sudah nonton film ini, apa kalian percaya dengan hipotesis dari
Profesor Samuel Norman (Morgan Freeman) tentang manusia hanya memakai 10%
otaknya. Jika benar, saya dan kalian termasuk orang yang sempat percaya hahaha.
Film Fiksi Ilmiah ini cukup menjadi sorotan penggemar film Sci-Fi karena
hipotesis dari Profesor Samuel ini.
Film
dari sutradarai oleh Luc Besson ini terbilang sukses, Lucy menjadi film
Perancis yang paling sukses diluar Perancis selama 20 tahun terakhir dan
menjadi film pertama yang sebagian difilmkan menggunakan kamera IMAX.
Lucy
(Scarlett Johansson) menjadi super pintar, bias belajar satu hal yang baru dia
temui dengan sangat cepat dan mudah. Seperti dia bisa belajar dengan cepat
bahasa baru, bela diri, sampai punya kekuatan telekinesis.
Keseluruhan
dari plot film ini berdasarkan bahwa kita sepanjang sejarah umat manusia hanya
memakai 10% dari total kapasitas otak kita. Mungkin sebagian dari kita terbuai
dan berangan-angan kemampuan apa saja yang bisa kalian dapatkan jika berhasil
memakai 100% kapasitas otak. So yeah, god: that’s totally nonsense
Sampai
saat ini gak ada penelitian yang menunjukan hal itu, mungkin sutradara film ini
terinspirasi dari misinteprestasi temuan sains yang kurang lengkap kurang lebih
serratus tahun yang lalu. Jadi pada awal abad 20, para peneliti pada saat itu
sedang mempelajari otak manusia penderita sakit stroke dan bintang,
mereka menemukan bahwa bagian otak tertentu memiliki aktivasi yang berbeda.
Misalnya, saat mereka menyetrum bagian otak kanan maka tangan kanan akan
merespon dan begitupun sebaliknya. Mereka mencoba metode ini untuk memetakan
fungsi-fungsi dari setiap bagian otak.
Hasilnya?
Dari metode tersebut ternyata hanya 10% bagian otak yang dapat merespon ketika
distimulasi aliran listrik, dan tersisa 90% bagian otak yang tidak merespon,
artinya tidak ada anggota tubuh yang merespon sedikitpun. Pada saat itu para
saintis menyebut 90% area tersebut dengan nama Silent Cortex karena
fungsinya belum diketahui sampai dengan Sekaran tetapi bukan bekan berarti
tidak berfungsi.
Zaman
sekarang, untuk memahami fungsi otak sendiri sudah ada alatnya, seperti MRI, CT
Scan, PET Scan dan EEG. Hasilnya sudah bisa diolah secara kuantitatif maupun
grafis dengan sangat presisi di komputer, dengan alat-alat tersebut kita bisa
mengobservasi aktivitas virtual otak.
Dr.
Barry Gordon, seorang professor neurologi di School of medicine adalah salah
satu ilmuan yang tidak setuju akan hal ini, dia menyatakan bahwa manusia
benar-benar menggunakan setiap bagian otaknya secara aktif setiap waktu. Pada
beberapa kesempatan, bagian otak tertentu tidak akan bekerja untuk menggerakan
tubuh seperti metode yang dilakukan para saintis dulu. 90% bagian otak yang
diberi nama Silent Cortex memiliki kemampuan kognitif (berpikir,
menghitung, berbahasa).
Dalam
film ini juga sedikit menyentil tentang asal-usul manusia adalah kera. Hmm..
ini teori Darwin. But, guys this just entertaint. Kera dalam film ini
adalah Australopithecus afarensis, yang mewakili penghubung yang hilang
antara kera dan manusia. Yash, teori Darwin.
Selaku
sutradara, Luc Besson sebenarnya tahu mengenai asumsi ilmiah ini salah, seperti
manusia menggunakan 10% kapasitas otaknya, Luc menyatakan bahwa asumsi semacam
itu menjadi awalan yang baik untuk sebuah film fiksi ilmiah.

No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.