Sunday, July 11, 2021
Tuesday, October 13, 2020
Review Film: Love, Simon
Love,
Simon
Film ini disutradarai
oleh Greg Berlanti yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul Simon vs Homo
Sapiens Agenda karya Becky Albertalli. Film ini juga termasuk dalam Garapan 20th
Century Fox.
Simon Spier (Nick
Robinson) akan menceritakan kisah cintanya dengan seseorang dari internet serta
bagaimana dia Coming Out tentang orientasi seksualnya, yaitu gay. Simon
memiliki empat teman dekat, Leah Burke (Katherine Langford), Abby Suso
(Alexandra Shipp) dan Nick Eisner (Jorge Lenderborg). Oh ya! Film ini tidak
tayang di bioskop Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa negara kita terlalu ketakutan
dengan isu LGBT.
Semua bermula saat Leah
memberi tahu Simon untuk membuka Creek Secret, website sekolah mereka (seperti
facebook khusus murid sekolah). Ada sebuah postingan tentang seseorang yang
merasa bimbang karena memiliki orientasi seksual gay, postingan tersebut
ditulis oleh Blue (nama samaran). Simon yang merasa bahwa dia tidak sendiri
mulai penasaran siapa orang itu.
Simon mulai mengirim
pesan ke alamat email Blue. ‘Hey’, kata pertama yang akan membawa Simon ke
kisah cinta ala anak SMA. Berlanjut Simon menulis bahwa dia memiliki kehidupan
yang sangat normal, memiliki keluarga dan teman yang baik, kecuali satu hal,
bahwa dia seorang gay. Sama halnya seperti Blue, Simon menyamarkan namanya
menjadi Jacques.
Simon dan Blue akhirnya
sering berkirim email, bercerita tentang serunya film Game of Trones, dan
bergurau tentang saat orang lain menahan
nafas ketika payudara Dragon Princes terlihat sedangkan dia lebih tertarik
melihat John Snow yang rupawan.
Simon lebih sering
memperhatikan pria-pria yang ada di sekolahnya, menebak siapakah sesosok Blue,
mulai dari teman Party sampai gurunya.
Sepertinya simon terlalu
ceroboh untuk meninggalkan komputer perpustakaan dengan keadaan akun Gmail yang
tidak logout, yang akhirnya diketahui oleh Martin. Martin tidak akan
membongkar rahasia besar itu dengan satu syarat, dia menyuka teman Simon, Abby.
Saya pikir kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi 😊
Tidak punya pilihan lain.
Simon menyetujui hal itu. Pendekatan yang dilakukan Martin sepertinya sedikit
membuat Abby terpukau. Simon tahu ini hal yang sulit, dia tahu Nick sahabatnya
sudah lama menyukai Abby, dengan terpaksa dia berbohong bahwa Abby memiliki
gebetan. Hal yang akan menambah masalah bagi Simon.
Nampaknya rahasia yang
ditutup serapat mungkin tidak akan bisa bertahan, Martin yang sakit hati karena
ditolak cintanya, akhirnya membongkar rahasia Simon dengan bukti foto isi email
yang diuggah di Creek Secret. Simon mulai membuka diri kepada keluarganya, menjadi
bulan-bulanan di sekolah, masalah Abby yang sebenarnya tidak memiliki gebetan
juga terbogkar. Namun, Simon percaya bahwa menjadi gay bukan kesalahan, dukungan
dari lingkungan seperti keluarga dan sahabat adalah yang terpenting.
Oh ayolah! Jangan lupakan
sesosok Blue, Simon tidak menyerah untuk mencari siapa Blue. Lewat tulisannya
di Creek Secret, dia menulis tentang muaknya dia menyembunyikan ini semua, dia
muak karena tidak bebas menjadi dirinya sendiri, dia merasa sebagai gay dia
berhak mendapatkan kisah cinta selayaknya pasangan hetero. Diakhir tulisan, dia
membuat pernyataan bahwa akan menunggu kedatangan Blue di Bianglala kota.
Saturday, February 29, 2020
Review Film: Men Behind The Sun (1988) Projek Senjata Biologis Jepang
Ishii Shiro
Men
behind the sun adalah sebuah film yang mengisahkan bagaimana jepang membuat
senjata biologi pada saat Perang Dunia II, projek ini dipimpin oleh Ishii Shiro,
pusat kantornya berada di sekitar kota Harbin dan memiliki cabang di Manchuria.
Organisasi ini merupakan laboratorium besar, terdiri dari 150 gedung dan 5
perkemahan setelit dengan sekitar 3.000 ilmuwan yang bekerja di dalamnya.
Unit
731 merupakan unit tentara jepang yang ditempatkan di Cina dan berfokus untuk
mengembangkan senjata biologis yang tentunya diharapkan dapat memberikan
kemenangan Jepang dalam medan perang. Selain
para ilmuwan, di laboratorium tersebut juga memiliki banyak tahanan yang
berasal dari Cina dan Rusia yang merupakan musuh jepang saat itu. Eksperimen senjata
biologis dilakukan pada tahanan tersebut.
Kesan
disturbing dalam film ini sangat banyak, tentu saja kita berbicara
mengenai kekerasan dan gore dalam film ini. Saat awal film berlangsung terlihat
seperti film perang biasa, namun beberapa menit setelahnya ada adegan di mana
bayi yang baru berumur beberapa bulan di kubur hidup-hidup di tumpukan salju. Tentu
saja adegan mengganggu itu dilakukan oleh ilmuwan Unit 731. Adapun adegan
mengganggu lainnya saat kedua tangan seorang wanita dimasukan ke dalam air panas,
dan salah satu ilmuwan tersebut menarik kulit tangan wanita itu dan kita dapat
melihat daging yang seperti dicincang hingga tersisa tulang saja.
Dilansir dari Unit731.org "According to reports never officially admitted by the Japanese authorities, the unit used thousand of Chinese and other Asian civilians and wartime prisoners as human guinea pigs to breed and develop killer diseases".
Berdasarkan laporan tidak resmi dari pihak berwenang jepang, unit ini menggunakan ribuan orang dari Cina dan warga sipil sebagai tawanan pada masa perang sebagai percobaan untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah penyakit mematikan.
Selama 40 tahun, aktivitas mengerikan oleh Unit 731 mengingatkan kita dari salah satu rahasia terkeji selama Perang Dunia II. Hingga pada tahun 1984 Jepang mengakuinya, yang dulunya sempat mereka sangkal. Eksperimen keji terhadap manusia diadakan oleh unit ini untuk menciptakan sebuah kuman mematikan, sudah bisa menebak kepada siapa kuman itu diuji? Tentu saja pada tawanan langsung.
Dilansir dari Unit731.org "According to reports never officially admitted by the Japanese authorities, the unit used thousand of Chinese and other Asian civilians and wartime prisoners as human guinea pigs to breed and develop killer diseases".
Berdasarkan laporan tidak resmi dari pihak berwenang jepang, unit ini menggunakan ribuan orang dari Cina dan warga sipil sebagai tawanan pada masa perang sebagai percobaan untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah penyakit mematikan.
Selama 40 tahun, aktivitas mengerikan oleh Unit 731 mengingatkan kita dari salah satu rahasia terkeji selama Perang Dunia II. Hingga pada tahun 1984 Jepang mengakuinya, yang dulunya sempat mereka sangkal. Eksperimen keji terhadap manusia diadakan oleh unit ini untuk menciptakan sebuah kuman mematikan, sudah bisa menebak kepada siapa kuman itu diuji? Tentu saja pada tawanan langsung.
victim
Pembedahan Hidup-Hidup
Kesaksian dari salah satu asisten tim medis memberikan bocoran tentang eksperimen yang dilakukan, asisten tim medis ini tidak menyebutkan namanya, dia hanya meggambarkan peristiwa keji itu pada tahun 1995 wawancara New York Times saat mereka (ilmuwan) melakukan pembedahan hidup-hidup kepada tahanan.
“I fellow knew that it was over for him, and so he didn’t
struggle when they led him into the room and tied him down. But when I picked
up the scalpel, that’s when he began screaming. I cut him open from the chest
to the stomach, and he screamed terribly, and his face was all twisted in
agony. He made this unimaginable sound, he was screaming so horribly. But then finally
he stopped. This was all in a day’s work for the surgeons, but it really left
an impression on me because it was my first time.”
Aku tahu itu adalah akhir dari lelaki itu,
dan dia tidak melawan ketika mereka menuju ke kamar dan mengikat dia kemudian
dibaringkan. Tapi ketika aku mengambil pisau bedah, mulailah dia berteriak..
aku memotong saluran tenggorokan yang menghubungkan dada ke perutnya, and teriakannya
menjadi sangat buruk, and wajahnya seakan menggambarkan kesakitan. Dia membuat
suara yang tak terbayangkan, suara teriakannya sangat mengerikan. Tapi,
beberapa saat kemudian akhirnya berhenti. Sepanjang hari bekerja untuk
membedah, tapi aku meninggalkan itu dan membawa dampak buruk bagiku karena itu yang
pertama bagiku (membedah hidup-hidup)
Tetapi,
unit 731 bukan hanya dikenal dengan nama buruk karena melakukan pembedahan
hidup-hidup. Beberapa tawanan dikirim ke unit ini berasal dari luar yang
kemudian diikat dan di pancung. Selanjutnya para tim medis akan melakukan tes
senjata biologi kuat mereka dan penciptakan wabah/penyakit.
Pada
akhirnya 3.000 orang, bukan hanya dari Cina tetapi juga Rusia, Mongolia, dan
Korea, mati karena eksperimen dari Unit 731 yang berlangsung sejak 1939-1945. Tidak
ada tawanan yang berhasil keluar hidup-hidup.
Kumpulan Mayat
Selama
perang terjadi, tentara kerajaan jepang menggunakan senjata biologi berkembang
dan menghasilkan oleh Unit 731. Namun, diperkirakan Unit ini tidak hanya
membunuh 3.000 orang melainkan sebanyak kurang lebih 300.000 orang.
Pada
1984, seorang lulusan Keio Medical University in Tokyo menemukan rekaman dari
eksperimen manusia di sebuah toko buku. Pada suatu halaman digambarkan efek
dosis besar dari vaksin tetanus (kerusakan sistem saraf oleh bakteri). Di situ
ada meja yang menggambarkan lama waktu yang dibutuhkan sampai tawanan itu mati dan
juga terekam bagaimana tubuh mereka mengalami kejang yang hebat sampai akhirnya
mati.
Wednesday, February 26, 2020
Review Film: Interstellar (2014)
Gargantua (Lubang Hitam)
Interstellar yag berarti antar
bintang adalah film fiksi ilmiah petualangan tahun 2014 yang disutradarai
oleh Christopher Nolan dan diproduseri
oleh Emma Thomas. Yeah, fyi interstellar adalah batas pengetahuan
manusia tentang astronomi, kalian tahu kan kita hidup di galaksi bernama Bima
Sakti? Nah selain itu ada ribuan galaksi yang berbeda-beda di luar sana.
Di masa depan
saat bumi dilanda krisis, badai terjadi, panen yang gagal, badai debu yang
menerjang daratan. Apa yang bisa diharapkan?
Cooper, seorang
mantan pilot uji coba NASA dimintai agar ikut bekerja sama dengan Profesor
Brand dalam misi menyelamatkan bumi. Profesor Brand memintanya untuk mencari
planet baru yang memiliki potensi untuk hidup di sana. Bersama Amelia Brand dan
beberapa rekan kerja, akhirnya merek berangkat meninggalkan bumi dan mencari
panet baru di Galaksi Bima Sakti.
Keputusan
cooper yang memilih bergabung membuat anaknya Murph kecewa, dan berakhir dengan
perpisahaan yang tidak baik. Cooper, putri profesor Brand, Amelia (Anne Hathaway),
fisikawan Rommily (David Gyasi), geografer Doyle (Wes Bentley) beserta satu robot
serbaguna bernama TARS (Bill Irwin) berangkat menuju Saturnus selama dua tahun
sebelum terbang ke galaksi baru. Ketika melintasi lubang cacing, Amelia bertemu
makhluk luar dimensi yang ia yakini menaruh lubang cacing untuk menyelamatkan
umat manusia.
Melewati lubang cacing dan berada di
dimensi lain tentunya menghadapi rentang waktu yang berbeda dengan bumi, mereka
menemukan planet yang berpotensi untuk bisa di huni. Namun, mereka menemukan
bahwa planet tersebut tidak layak huni karena ada banyak gelombang pasang
raksasa yang terus-menerus menerjang permukaan. Saat mereka kembali ke Edurance
mereka telah melewati waktu selama 23 tahun.
Murph telat bergabung di NASA dan terus
berusaha untuk menyelesaikan masalah fisika yang selama ini membuat Prof Brand
bingung. Masalahnya adalah bagamana manusia bisa dapat keluar dari tarikan
gravitasi yang ada di bumi secara menyeluruh. Di usia yang semakin tua, Prof
Brand merasa sudah tidak memiliki kemampuan lagi dan tidak ada harapan untuk
membawa Cooper dan Endurance pulang. Murph diberi tahu bahwa sebenarnya dari
awal Prof Brand sudah mengetahui tidak ada jalan keluar dalam persoalan yang
dihadapi manusia pada saat ini.
Murph mengirim pesan yang di
terima Endurance bahwa tidak ada jalan keluar, Cooper
menyadari masih ada harapan untuk menyelamatkan umat manusia, melewati
Gargantua dan mengirim TARS ke dalamnya untuk mengumpulkan data singularitas di
balik lubang hitam kemudian melempar pesawatnya dengan bantuan
gravitasi ke arah planet Edmunds. Cooper berbohong kepada Amelia dan mengirim
pesawatnya sendiri ke Gargantua sehingga Amelia dapat keluar dari tarikan
gravitasi. Cooper melontarkan dirinya sebelum pesawatnya hancur, lalu terjebak
di ruang luar dimensi tempat waktu tidak bersifat linier dan diwakili oleh kamar
tidur Murph. Ia sekarang mampu menyaksikan setiap detik hidup Murph secara
bersamaan, lalu menyadari bahwa dirinya adalah hantu Murph dan dapat
memancarkan data yang dikumpulkan TARS melalui batasan dimensi agar Murph bisa
menyelesaikan persamaan Profesor Brand.
Misi Cooper
akhirnya selesai. Makhluk luar dimensi, manusia yang telah berevolusi dan
melintasi alam semesta fisik, menutup ruang tesseract tersebut
dan melepaskan Cooper kembali ke tata surya melalui lubang cacing di dekat
Saturnus. Ia pun ditemukan oleh sebuah wahana NASA. Ia bangun di wahana NASA
yang berperan sebagai pemandu wahana pengangkut manusia lainnya menuju lubang
cacing. Cooper akhirnya bertemu kembali dengan Murph yang saat ini merupakan
wanita lanjut usia, karena rentang waktu setelah melewati lubang cacing sangat
panjang. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan untuk terakhir kalinya, ia
mencuri salah satu kapal NASA dan masuk ke lubang cacing untuk mencari Amelia
yang telah menemukan sisa-sisa ekspedisi Edmunds sekaligus planet yang dapat
menopang kehidupan.
Sunday, February 2, 2020
Review Film: Perfect Blue (1997). Film 'Gila' Dalam Sejarah Anime
Review Film: Perfect Blue
Satoshi
Kon menggarap film anime yang diberi judul Perfect Blue, tema dari film
ini Psikologis Thriller. Satoshi sendiri dikenal sebagai sutradara yang sering
membuat cerita yang dianggap aneh oleh sebagian orang. Film ini juga sebagai
film pertama yang digarap oleh Satoshi, Perfect Blue awalnya merupakan karya yang
diadaptasi dari novel karya Yoshikazu Takeuchi (1991).
Film
ini menceritakan tentang kehidupan seorang idol bernama Mima Kirigoe, dia tergabung
dalam sebuah grup idola bernama CHAM! Walaupun telah debut dan memiliki
beberapa lagu, grup idola ini tak kunjung menemui kesuksesan. Pihak agensi akhirnya
memutuskan mengeluarkan Mima dan menjadikannya sebagai seorang aktris, saat itu
aktris dinilai lebih menjanjikan untuk menaikan saham agensi.
Saat
menonton film ini, saya tercengang dan sedikit bingung, kita akan kesulitan
membedakan antara realita, imajinasi, dan ekspetasi yang seringkali membaur dan
tergabung satu sama lain. Namun, semakin film ini berjalan kita akan semakin
intens menyerap setiap twist-twist yang tersaji secara sempurna. Ada kecurigaan
terhadap beberapa tokoh yang kemudian kecurigaan itu hilang, dan beberapa
adegan yang diambil lewat perspektif yang memukau.
Mari
kita lanjut, setelah Mima keluar dari grup idola tersebut akhirnya dia bermain
dalam sebuah film, namun dialognya masih sedikit karena Mima sendiri masih
berstatus aktris yang baru. Menjadi aktris tidaklah mudah untuknya, banyak fans
setianya yang menginginkan dia tetap menyanyi dan menari untuk mereka.
Di
tahun tersebut ketika dunia internet baru mulai dikenal di Jepang, seorang fans
membuat situs khusus untuk Mima yang isinya menceritakan kehidupan sehari-hari
Mima, anehnya saat Mima membaca situs tersebut setiap cerita yang tertulis
benar-benar detail. Dimulai saat Mima yang selalu menggunakan kaki kanan
terlebih dahulu sebelum turun dari kereta, karena Mima takut terkena sial jika
menggunakan kaki kiri dan beberapa hal yang tertulis secara detail.
Setelah
beberapa waktu, beberapa film mulai dibintanginya, film yang sangat berani
karena bertema prostitusi. Manager dari Mima terlihat tidak setuju karena image
Mima adalah seorang gadis yang manis, namun dengan berani Mima akhirnya
menyetujui film tersebut. Tubuh Mima sangat terekspose dalam film tersebut, tak
berenti sang stalker mulai menjadi semakin agresif.
Sutradara
dan penulis naskah dari film yang dibintangi Mima meninggal dengan kondisi yang
mengenaskan. Kondisi psikologis Mima semakin memperihatinkan, dalam pembunuhan
tersebut, seolah-olah Mima yang melakukannya, karena dalam situs internet yang
menceritakan kehidupan Mima tertulis dengan jelas seolah-olah yang menulis
pembunuhan tersebut adalah dia sendiri serta kantong penuh darah muncul
dilemarinya.
Boleh
saya katakan bahwa film ini adalah salah satu film paling ‘Gila’ dalam sejarah
anime
“Siapakah
engkau?” adalah kalimat yang terus ditanyakan kepada dirinya sendiri. Mima ingin
terlihat sebagaimana dirinya yang sekarang, seorang aktris. Namun, Mima sulit
mengubah persepsi dari orang disekitarnya yang melihat Mima sebagai seorang
idol belaka. Menurut saya, Mima memiliki Gangguan Psikotik (Psychotic
Disorder), Mima mulai berhalusinasi, mendengar dan merasakan sesuatu yang
sebenarnya tidak ada.
Jika
kalian telah menonton film ini, ingatkah kalian sesosok pria aneh yang terus
mengikuti Mima? Pria aneh tersebut semakin mengikuti Mima kemanapun dia pergi dengan
serangkaian peristiwa aneh. Munculnya sesosok gadis mirip Mima yang memakai pakaian
Mima saat menjadi idol dulu turut membuat jalan cerita semakin rumit. Sebagai penonton,
sangat sulit membedakan mana dunia khayalan dengan dunia nyata Mima
Mima dan bayangan mirip dirinya
Obsesi
berlebihan dari fans membuat film ini ditujukan untuk mereka yang terobsesi
akan suatu hal, sekaligus menceritakan bagaimana wanita mengekspose tubuh mereka
demi menaikan popularitas. Semua terpampang nyata seolah tidak ada yang
ditutupi.
Diakhir
film, Mima terlihat bahagia dan mengatakan "Tapi, berkat dia, aku adalah aku
yang sekarang” sembari melihat cermin dan melanjutkan “Tidak, aku yang asli”. Mima
mengatakan seolah-olah dia adalah pemenang dari semua kejadian yang
menimpanya. Dia berhasil menjadi dirinya sendiri, seorang aktris.
Wednesday, January 15, 2020
Review Film: Lucy (2014). Manusia hanya menggunakan 10% otaknya?
Bagi
kalian yang sudah nonton film ini, apa kalian percaya dengan hipotesis dari
Profesor Samuel Norman (Morgan Freeman) tentang manusia hanya memakai 10%
otaknya. Jika benar, saya dan kalian termasuk orang yang sempat percaya hahaha.
Film Fiksi Ilmiah ini cukup menjadi sorotan penggemar film Sci-Fi karena
hipotesis dari Profesor Samuel ini.
Film
dari sutradarai oleh Luc Besson ini terbilang sukses, Lucy menjadi film
Perancis yang paling sukses diluar Perancis selama 20 tahun terakhir dan
menjadi film pertama yang sebagian difilmkan menggunakan kamera IMAX.
Lucy
(Scarlett Johansson) menjadi super pintar, bias belajar satu hal yang baru dia
temui dengan sangat cepat dan mudah. Seperti dia bisa belajar dengan cepat
bahasa baru, bela diri, sampai punya kekuatan telekinesis.
Keseluruhan
dari plot film ini berdasarkan bahwa kita sepanjang sejarah umat manusia hanya
memakai 10% dari total kapasitas otak kita. Mungkin sebagian dari kita terbuai
dan berangan-angan kemampuan apa saja yang bisa kalian dapatkan jika berhasil
memakai 100% kapasitas otak. So yeah, god: that’s totally nonsense
Sampai
saat ini gak ada penelitian yang menunjukan hal itu, mungkin sutradara film ini
terinspirasi dari misinteprestasi temuan sains yang kurang lengkap kurang lebih
serratus tahun yang lalu. Jadi pada awal abad 20, para peneliti pada saat itu
sedang mempelajari otak manusia penderita sakit stroke dan bintang,
mereka menemukan bahwa bagian otak tertentu memiliki aktivasi yang berbeda.
Misalnya, saat mereka menyetrum bagian otak kanan maka tangan kanan akan
merespon dan begitupun sebaliknya. Mereka mencoba metode ini untuk memetakan
fungsi-fungsi dari setiap bagian otak.
Hasilnya?
Dari metode tersebut ternyata hanya 10% bagian otak yang dapat merespon ketika
distimulasi aliran listrik, dan tersisa 90% bagian otak yang tidak merespon,
artinya tidak ada anggota tubuh yang merespon sedikitpun. Pada saat itu para
saintis menyebut 90% area tersebut dengan nama Silent Cortex karena
fungsinya belum diketahui sampai dengan Sekaran tetapi bukan bekan berarti
tidak berfungsi.
Zaman
sekarang, untuk memahami fungsi otak sendiri sudah ada alatnya, seperti MRI, CT
Scan, PET Scan dan EEG. Hasilnya sudah bisa diolah secara kuantitatif maupun
grafis dengan sangat presisi di komputer, dengan alat-alat tersebut kita bisa
mengobservasi aktivitas virtual otak.
Dr.
Barry Gordon, seorang professor neurologi di School of medicine adalah salah
satu ilmuan yang tidak setuju akan hal ini, dia menyatakan bahwa manusia
benar-benar menggunakan setiap bagian otaknya secara aktif setiap waktu. Pada
beberapa kesempatan, bagian otak tertentu tidak akan bekerja untuk menggerakan
tubuh seperti metode yang dilakukan para saintis dulu. 90% bagian otak yang
diberi nama Silent Cortex memiliki kemampuan kognitif (berpikir,
menghitung, berbahasa).
Dalam
film ini juga sedikit menyentil tentang asal-usul manusia adalah kera. Hmm..
ini teori Darwin. But, guys this just entertaint. Kera dalam film ini
adalah Australopithecus afarensis, yang mewakili penghubung yang hilang
antara kera dan manusia. Yash, teori Darwin.
Selaku
sutradara, Luc Besson sebenarnya tahu mengenai asumsi ilmiah ini salah, seperti
manusia menggunakan 10% kapasitas otaknya, Luc menyatakan bahwa asumsi semacam
itu menjadi awalan yang baik untuk sebuah film fiksi ilmiah.
Labels:
10%,
2020,
bedah film,
hipotesis,
luc berson,
lucy,
masa depan,
Morgan freeman,
neuron,
otak manusia,
review,
review film,
riview film lucy,
sains,
saintis,
Scarlett Johansson,
sejarah,
semeotika
Monday, January 6, 2020
Review Film: Ready or Not. Tradisi keluarga Gila
Film
ini adalah film horror misteri thriller Amerika Serikat yang disutradarai oleh
Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Film ini tergolong ringan untuk film
bertema horror misteri thriller. Sebuah keluarga bermarga Le Domas memiliki
tradisi aneh yang dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi
keluarga mereka utnuk mempertahankan kekayaan yang mereka miliki. Sampai suatu ketika tradisi ini dilakukan kembali saat pernikahan
anggota keluarga mereka.
Grace
(Samara Weaving) adalah seorang gadis yang memiliki kekasih bernama Alex Le
Domas (Mark O’Brien). Alex diketahui berasal dari keluarga berada, mereka akan
melakukan pernikahan untuk melanggengkan hubungan yang telah lama mereka
jalani. Grace merasa bahagia bisa menikah di rumah keluarga besar Alex,
pernikahan itu dihadiri oleh seluruh keluarga Alex dan kerabat dekat mereka.
Malam
tradisi dimulai oleh keluarga Le Domas. Tradisi ini adalah permainan kecil
namun memiliki arti yang besar bagi keluarga ini. Saat mencabut salah satu
kartu, Grace mendapatkan kartu “Hide and Seek” atau petak umpet. Namun, ini
bukan petak umpet biasa, justru ini membuat Alex dan ibunya Becky Le Domas
khawatir.
Grace
akan menghadapi peristiwa berdarah dalam hidupnya, dia harus bersembunyi dan
jangan sampai ketahuan oleh siapa pun, masing-masing keluarga memegang senjata
yang siap kapan saja membunuh Grace. Tentu saja Grace yang dihadapkan situasi
seperti ini langsung shock berat dengan malam pertama yang tidak seindah
yang diharapkan, justru hal gila inilah yang terjadi.
Samara
Weaving menurutku berhasil mentransformasi dirinya menjadi wanita yang nakal
dalam film ini, yang kemudian berpikir logis, shock dan kemudian
menunjukan kegilaannya sendiri pada keluarga Le Domas.
Menurutku,
film ini tampil baik menyajikan sekaligus menggiring penonton pada kesintingan
yang mungkin saja tersimpan jauh di salah satu isi otak dan hati kita semua,
tentang bagaimana keluarga yang kaya raya mendapatkan semua kekayaan itu. Well,
itu hanya konspirasiku saja haha.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Labels
- 10%
- 2018
- 2019
- 2020
- angin sejuk
- angin senja. senja indah
- angin sore
- anime
- anime tergila
- Ari Aster
- beautiful
- bedah film
- berani melangkah
- biologis
- bisex
- budaya
- cinta
- cinta remaja
- essai
- essai perempuan
- family
- feminis
- film
- film lawas
- galaksi
- game
- Gay
- girlgrup
- gombalan puisi
- hadiah
- hadiah tuhan
- hell
- Hereditary
- hidup
- hidupmu pilihanmu
- hipotesis
- horror
- hujan
- iblis
- ibu
- idola wanita
- indah
- industri hiburan
- interstellar
- Ishii Shiro
- jepang
- Kamen Rider
- kehidupan
- keluarga
- kenangan
- konstruksi sosial
- langkah pasti
- lgbtq
- lingkungan
- love
- luc berson
- lucy
- makna
- mama
- mantan
- masa depan
- masyarakat
- Midsommar
- misogini
- misoginis
- misteri
- Morgan freeman
- neuron
- night
- orang tersayang
- orientasi seksual
- otak manusia
- pacar
- pembedahan
- penjara
- perang dunia
- perempuan
- perfect blue
- petak umpet
- pilihan
- pilihan hidup
- planet
- posaimon
- puisi
- puisi cinta
- puisi indah
- puisi mama
- puisi mantan
- puisi pacar
- puisi sahabat
- puisi tentang ibu
- puisi untuk kekasih
- quote
- quote hujan
- quotes
- quotes hujan
- remaja
- rentang waktu
- Reviev Film: Midsommar (2019)
- review
- review film
- rindu
- rindu sahabat
- ritual
- riview film lucy
- sahabat
- sains
- saintis
- sajak
- sakit hati
- Scarlett Johansson
- sejarah
- sejuk
- sekte
- semeotik
- semeotika
- senjata
- simon
- sore sejuk
- sosial
- terbaru
- terima kasih ibu
- thriller
- tuhan
- unit 731
- untuk mantan
- virus
- viviction
- waktu
- wanita
- world war II
- zona nyaman
5 Fakta Kamen Rider Black. Si Ksatria Baja Hitam
Dunia perfilman selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta Box Office atau bioskop, sampai saat ini sudah banyak film yang mengudara....
-
Reviev Film: Midsommar (2019) Film Midsommar di sutradarai oleh Ari Aster yang juga orang dibalik suksesnya film Hereditary. Fil...
-
Untuk Ibu Ibu Ingin sekali ku mengulang masa kecilku Masa dimana engkau terlihat kuat ibu Ketika engkau memanggilku den...
-
Waktu yang mulai mengupas Mengupas masa lalu Terulang dalam irama ketidakpastian Inginku menolak Tapi waktu mendorong Dulu...














