Sunday, October 24, 2021

5 Fakta Kamen Rider Black. Si Ksatria Baja Hitam



Dunia perfilman selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta Box Office atau bioskop, sampai saat ini sudah banyak film yang mengudara. Mulai dari yang bertema Romace, Action, Sci-Fi, Drama, sampai dengan Anime. 

Seperti yang kita ketahui bahwa perfilman dunia didominasi oleh Hollywood atau biasa lebih akrab disebut perfilman barat. Namun, patut diketahui bahwa setiap negara memiliki film yang bisa jadi icon dari dunia perfilman negara tersebut. 

Jepang misalnya, saat mendengar nama negara ini disebut, yang terlintas di benak kita adalah, bunga sakura, negara yang bersih, penduduk ramah, dan tentu saja penghasil manga dan anime terbaik. Di dunia pertelevisian, Jepang memiliki icon negara sendiri, yaitu Serial Super Sentai dan Serial Kamen Rider.

Toei Company mencetakan namanya sebagai produser film dan serial televisi terbesar di Jepang, perusahaan ini mengoperasikan lebih dar 30 bioskop. Toei juga berperan sebagai pelopor berdirinya drama Live-Action seperti dalam serial Super Sentai dan Kamen Rider. Sampai saat ini ada lebih dari 30 seria Kamen Rider, namun kali ini kita akan membahas Kamen Rider yang pernah tayang di TV Indonesia, Kamen Rider Black!

Kamen Rider Black atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai ksatria baja hitam, pertama kali disiarkan oleh Toei di Jepang pada tahun 1987, bisa dikatakan kalau serial ini adalah satu serial paling sukses di era Showa. Kamen Rider Black diperankan oleh Kotaro Miami (Tetsuo Kurata), dalam kisahnya Kamen Rider Black harus menghadapi musuh yang bernama Gorgom. Pada saat Kotaro dan Nobuhiko diculik oleh Gorgom untuk melakukan pencucian otak, Kotaro berhasil kabur, sayangnya tidak dengan Nobuhiko yang telah dicuci otaknya. Disinilah kisah Kamen Rider Black dimulai, mau tak mau dia harus melawan Gorgom yang mengancam keselamatan manusia di Bumi, hal terberat baginya yang harus melawan Nobuhiko.

Kisah Kamen Rider manjadi salah satu seri Kamen Rider yang menarik dan meraih rating yang tinggi, juga penikmat dari Kamen Rider ini sangat banyak. Anak-anak era 90an lebih akrab dengan menyebut seri ini dengan sebutan Ksatria Baja Hitam. “Berubah! Akulah Ksatria Baja Hitam!”, Haha teringat masa kecil bukan? Inilah 5 hal menarik dari serial Kamen Rider Black yang telah kami rangkum.

1.     Konsep Futuristic

Kamen Rider Black adalah salah satu pencetus serial berkonsep Futuristic, mungkin penggemar Kamen Rider Black bingung dimana letak Futuristic-nya? Ini ada di kecanggihan yang dimiliki oleh mobilnya, Kotaro membuat mobil ini dengan fitur Blueprint bersama dengan seorang professor bernama Walter. Mobil ini bisa berkomunikasi langsung dengan pemiliknya, Kotaro. Mobil ini biasa dipanggil dengan nama Ridoron, kecanggihannya tak sampai disitu saja, selain dapat berkomunikasi, mobil ini dapat terbang dan berjalan diatas air layaknya sebuah perahu dengan kecepatan tinggi. Serial Kamen Rider ini menjadi seri Kamen Rider pertama yang memakai mobil sebagai kendaraannya, walaupun dalam Kamen Rider RX dia kembali memakai motor.

2. Tranformasi Keren Di Kamen Rider RX

Kamen rider RX adalah transformasi dari kamen rider black. Kotaro tetap memerankan rider yang satu ini, ada beberapa transformasi seru dan keren yang membuat Kamen Rider Rx tak kalah keren dari Kamen Rider Black pada musim pertama. Kekuatan barunya terdapat dalam pedang Revolcane yang diambil dari sabuk transformasi King Stone.

Transformasi yang dahsyat tidak sampai disitu saja, kendaraan dari Kamen Rider Black dalam musim ini berubah menjadi Acrobatter. Wah keren bukan?

     Cerita Yang Berbeda Dari Versi Aslinya.

Sebelumnya. Kisah Kamen Rider Black telah lebih dulu ada di komik, namun sepertinya Shotaro Ishinori ingin membuat sesuatu yang berbeda dari versi aslinya. Perubahan besar terjadi pada kisah antara komik dan serial, dalam komiknya Kamen Rider Black bukanlah seorang Cyborg, tetapi seroang anak kecil yang bisa merubah wujudnya menjadi monster belalang. Shotaro mungkin memiliki alasan tersendiri tentang alasan mengubah alur kisah dari Kamen Rider Black, lebih jelasnya Kamen Rider Black berhasil menayangkan serialnya yang banyak digemari penggemar Kamen Rider.

4.      Kamen Rider Yang Memiliki Lebih Dari Satu Wujud

Jika Kamen Rider W memiliki dua orang untuk melakukan transformasi, Kamen Rider Black bisa bertransformasi lebih dari satu wujud. Transformasi ini disesuaikan dengan kondisi emosi dari Rider, inilah Robo Rider dan Bio Rider yang masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda. Robo Rider sendiri merupakan julukan yang berarti Pangeran Api, dalam wujud ini Kamen Rider Black merepresentasikan wujud kesedihan saat bertarung dengan Villain. Tak hanya perubahan wujud fisik, senjata Robo Rider berubah menjadi senapan Vortech Shooter. Kendaraannyapun bertransformasi menjadi Roboizer yang memiliki senjata sendiri. Kemudian ada Bio Rider, ini adalah kebalikan dari Robo Rider dalam wujud ini Rider Black merepresentasikan kemarahan saat bertempur. Kemampuannya dapat bertambah cepat dalam menyerah dan dapat berubah menjadi cairan berupa gel! Waw!

5.      Pencetus Rival Dalam Sejarah Kamen Rider

Dalam kisah-kisah Kamen Rider lebih banyak mengisahkan tentang pertarungan Rider melawan musuh yang mengancam keselamatan manusia, hal yang sama juga terjadi dalam Kamen Rider Black, namun perbedaan mencolok ialah saat musuh atau Villain tersebut adalah manusia, terlebih mereka saling mengenal satu sama lain. Kotaro harus berhadapan langsung dengan Nobuhiko yang telah berubah menjadi Shadow Moon atau Bayangan Hitam, ini akibat dari rencana pencucian otak yang berhasil dilakukan oleh Gorgom. Penggemar Kamen Rider pasti taka sing dengan Shadow Moon, ia menjadi salah satu musuh paling terkenal karena telah muncul dalam beberapa serial Kamen Rider seperti Kamen Rider RX dan Kamen Rider J.

Menarik bukan? Ternyata dalam serialnya ada banyak fakta-fakta yang jarang diketahui oleh penggemar kamen rider? Adakah fakta lainnya yang kalian ketahui? Bagikan tanggapan kalian ya!

Sunday, July 11, 2021

Puisi : Metafora

Tuesday, October 13, 2020

Review Film: Love, Simon

 


Love, Simon

Film ini disutradarai oleh Greg Berlanti yang diadaptasi dari sebuah novel berjudul Simon vs Homo Sapiens Agenda karya Becky Albertalli. Film ini juga termasuk dalam Garapan 20th Century Fox.

Simon Spier (Nick Robinson) akan menceritakan kisah cintanya dengan seseorang dari internet serta bagaimana dia Coming Out tentang orientasi seksualnya, yaitu gay. Simon memiliki empat teman dekat, Leah Burke (Katherine Langford), Abby Suso (Alexandra Shipp) dan Nick Eisner (Jorge Lenderborg). Oh ya! Film ini tidak tayang di bioskop Indonesia, seperti yang kita tahu bahwa negara kita terlalu ketakutan dengan isu LGBT.

Semua bermula saat Leah memberi tahu Simon untuk membuka Creek Secret, website sekolah mereka (seperti facebook khusus murid sekolah). Ada sebuah postingan tentang seseorang yang merasa bimbang karena memiliki orientasi seksual gay, postingan tersebut ditulis oleh Blue (nama samaran). Simon yang merasa bahwa dia tidak sendiri mulai penasaran siapa orang itu.

Simon mulai mengirim pesan ke alamat email Blue. ‘Hey’, kata pertama yang akan membawa Simon ke kisah cinta ala anak SMA. Berlanjut Simon menulis bahwa dia memiliki kehidupan yang sangat normal, memiliki keluarga dan teman yang baik, kecuali satu hal, bahwa dia seorang gay. Sama halnya seperti Blue, Simon menyamarkan namanya menjadi Jacques.

Simon dan Blue akhirnya sering berkirim email, bercerita tentang serunya film Game of Trones, dan bergurau tentang  saat orang lain menahan nafas ketika payudara Dragon Princes terlihat sedangkan dia lebih tertarik melihat John Snow yang rupawan.

Simon lebih sering memperhatikan pria-pria yang ada di sekolahnya, menebak siapakah sesosok Blue, mulai dari teman Party sampai gurunya.

Sepertinya simon terlalu ceroboh untuk meninggalkan komputer perpustakaan dengan keadaan akun Gmail yang tidak logout, yang akhirnya diketahui oleh Martin. Martin tidak akan membongkar rahasia besar itu dengan satu syarat, dia menyuka teman Simon, Abby. Saya pikir kalian sudah bisa menebak apa yang terjadi 😊

Tidak punya pilihan lain. Simon menyetujui hal itu. Pendekatan yang dilakukan Martin sepertinya sedikit membuat Abby terpukau. Simon tahu ini hal yang sulit, dia tahu Nick sahabatnya sudah lama menyukai Abby, dengan terpaksa dia berbohong bahwa Abby memiliki gebetan. Hal yang akan menambah masalah bagi Simon.

Nampaknya rahasia yang ditutup serapat mungkin tidak akan bisa bertahan, Martin yang sakit hati karena ditolak cintanya, akhirnya membongkar rahasia Simon dengan bukti foto isi email yang diuggah di Creek Secret. Simon mulai membuka diri kepada keluarganya, menjadi bulan-bulanan di sekolah, masalah Abby yang sebenarnya tidak memiliki gebetan juga terbogkar. Namun, Simon percaya bahwa menjadi gay bukan kesalahan, dukungan dari lingkungan seperti keluarga dan sahabat adalah yang terpenting.

Oh ayolah! Jangan lupakan sesosok Blue, Simon tidak menyerah untuk mencari siapa Blue. Lewat tulisannya di Creek Secret, dia menulis tentang muaknya dia menyembunyikan ini semua, dia muak karena tidak bebas menjadi dirinya sendiri, dia merasa sebagai gay dia berhak mendapatkan kisah cinta selayaknya pasangan hetero. Diakhir tulisan, dia membuat pernyataan bahwa akan menunggu kedatangan Blue di Bianglala kota.

 

 

 

Saturday, February 29, 2020

Review Film: Men Behind The Sun (1988) Projek Senjata Biologis Jepang


 Ishii Shiro


Men behind the sun adalah sebuah film yang mengisahkan bagaimana jepang membuat senjata biologi pada saat Perang Dunia II, projek ini dipimpin oleh Ishii Shiro, pusat kantornya berada di sekitar kota Harbin dan memiliki cabang di Manchuria. Organisasi ini merupakan laboratorium besar, terdiri dari 150 gedung dan 5 perkemahan setelit dengan sekitar 3.000 ilmuwan yang bekerja di dalamnya.

Unit 731 merupakan unit tentara jepang yang ditempatkan di Cina dan berfokus untuk mengembangkan senjata biologis yang tentunya diharapkan dapat memberikan kemenangan Jepang dalam medan perang.  Selain para ilmuwan, di laboratorium tersebut juga memiliki banyak tahanan yang berasal dari Cina dan Rusia yang merupakan musuh jepang saat itu. Eksperimen senjata biologis dilakukan pada tahanan tersebut.

Kesan disturbing dalam film ini sangat banyak, tentu saja kita berbicara mengenai kekerasan dan gore dalam film ini. Saat awal film berlangsung terlihat seperti film perang biasa, namun beberapa menit setelahnya ada adegan di mana bayi yang baru berumur beberapa bulan di kubur hidup-hidup di tumpukan salju. Tentu saja adegan mengganggu itu dilakukan oleh ilmuwan Unit 731. Adapun adegan mengganggu lainnya saat kedua tangan seorang wanita dimasukan ke dalam air panas, dan salah satu ilmuwan tersebut menarik kulit tangan wanita itu dan kita dapat melihat daging yang seperti dicincang hingga tersisa tulang saja.

        Dilansir dari Unit731.org "According to reports never officially admitted by the Japanese authorities, the unit used thousand of Chinese and other Asian civilians and wartime prisoners as human guinea pigs to breed and develop killer diseases".

       Berdasarkan laporan tidak resmi dari pihak berwenang jepang, unit ini menggunakan ribuan orang dari Cina dan warga sipil sebagai tawanan pada masa perang sebagai percobaan untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah penyakit mematikan.

       Selama 40 tahun, aktivitas mengerikan oleh Unit 731 mengingatkan kita dari salah satu rahasia terkeji selama Perang Dunia II. Hingga pada tahun 1984 Jepang mengakuinya, yang dulunya sempat mereka sangkal. Eksperimen keji terhadap manusia diadakan oleh unit ini untuk menciptakan sebuah kuman mematikan, sudah bisa menebak kepada siapa kuman itu diuji? Tentu saja pada tawanan langsung.


victim

Pembedahan Hidup-Hidup
Kesaksian dari salah satu asisten tim medis memberikan bocoran tentang eksperimen yang dilakukan, asisten tim medis ini tidak menyebutkan namanya, dia hanya meggambarkan peristiwa keji itu pada tahun 1995 wawancara New York Times saat mereka (ilmuwan) melakukan pembedahan hidup-hidup kepada tahanan.

“I fellow knew that it was over for him, and so he didn’t struggle when they led him into the room and tied him down. But when I picked up the scalpel, that’s when he began screaming. I cut him open from the chest to the stomach, and he screamed terribly, and his face was all twisted in agony. He made this unimaginable sound, he was screaming so horribly. But then finally he stopped. This was all in a day’s work for the surgeons, but it really left an impression on me because it was my first time.”
Aku tahu itu adalah akhir dari lelaki itu, dan dia tidak melawan ketika mereka menuju ke kamar dan mengikat dia kemudian dibaringkan. Tapi ketika aku mengambil pisau bedah, mulailah dia berteriak.. aku memotong saluran tenggorokan yang menghubungkan dada ke perutnya, and teriakannya menjadi sangat buruk, and wajahnya seakan menggambarkan kesakitan. Dia membuat suara yang tak terbayangkan, suara teriakannya sangat mengerikan. Tapi, beberapa saat kemudian akhirnya berhenti. Sepanjang hari bekerja untuk membedah, tapi aku meninggalkan itu dan membawa dampak buruk bagiku karena itu yang pertama bagiku (membedah hidup-hidup)
Tetapi, unit 731 bukan hanya dikenal dengan nama buruk karena melakukan pembedahan hidup-hidup. Beberapa tawanan dikirim ke unit ini berasal dari luar yang kemudian diikat dan di pancung. Selanjutnya para tim medis akan melakukan tes senjata biologi kuat mereka dan penciptakan wabah/penyakit.

Pada akhirnya 3.000 orang, bukan hanya dari Cina tetapi juga Rusia, Mongolia, dan Korea, mati karena eksperimen dari Unit 731 yang berlangsung sejak 1939-1945. Tidak ada tawanan yang berhasil keluar hidup-hidup.

Kumpulan Mayat

Selama perang terjadi, tentara kerajaan jepang menggunakan senjata biologi berkembang dan menghasilkan oleh Unit 731. Namun, diperkirakan Unit ini tidak hanya membunuh 3.000 orang melainkan sebanyak kurang lebih 300.000 orang.          

Pada 1984, seorang lulusan Keio Medical University in Tokyo menemukan rekaman dari eksperimen manusia di sebuah toko buku. Pada suatu halaman digambarkan efek dosis besar dari vaksin tetanus (kerusakan sistem saraf oleh bakteri). Di situ ada meja yang menggambarkan lama waktu yang dibutuhkan sampai tawanan itu mati dan juga terekam bagaimana tubuh mereka mengalami kejang yang hebat sampai akhirnya mati.                    



Wednesday, February 26, 2020

Review Film: Interstellar (2014)





Gargantua (Lubang Hitam) 


Interstellar yag berarti antar bintang adalah film fiksi ilmiah petualangan tahun 2014 yang disutradarai oleh Christopher Nolan dan diproduseri oleh Emma Thomas. Yeah, fyi interstellar adalah batas pengetahuan manusia tentang astronomi, kalian tahu kan kita hidup di galaksi bernama Bima Sakti? Nah selain itu ada ribuan galaksi yang berbeda-beda di luar sana.


Di masa depan saat bumi dilanda krisis, badai terjadi, panen yang gagal, badai debu yang menerjang daratan.  Apa yang bisa diharapkan?


Cooper, seorang mantan pilot uji coba NASA dimintai agar ikut bekerja sama dengan Profesor Brand dalam misi menyelamatkan bumi. Profesor Brand memintanya untuk mencari planet baru yang memiliki potensi untuk hidup di sana. Bersama Amelia Brand dan beberapa rekan kerja, akhirnya merek berangkat meninggalkan bumi dan mencari panet baru di Galaksi Bima Sakti.


Keputusan cooper yang memilih bergabung membuat anaknya Murph kecewa, dan berakhir dengan perpisahaan yang tidak baik. Cooper, putri profesor Brand, Amelia (Anne Hathaway), fisikawan Rommily (David Gyasi), geografer Doyle (Wes Bentley) beserta satu robot serbaguna bernama TARS (Bill Irwin) berangkat menuju Saturnus selama dua tahun sebelum terbang ke galaksi baru. Ketika melintasi lubang cacing, Amelia bertemu makhluk luar dimensi yang ia yakini menaruh lubang cacing untuk menyelamatkan umat manusia.


Melewati lubang cacing dan berada di dimensi lain tentunya menghadapi rentang waktu yang berbeda dengan bumi, mereka menemukan planet yang berpotensi untuk bisa di huni. Namun, mereka menemukan bahwa planet tersebut tidak layak huni karena ada banyak gelombang pasang raksasa yang terus-menerus menerjang permukaan. Saat mereka kembali ke Edurance mereka telah melewati waktu selama 23 tahun.


Murph telat bergabung di NASA dan terus berusaha untuk menyelesaikan masalah fisika yang selama ini membuat Prof Brand bingung. Masalahnya adalah bagamana manusia bisa dapat keluar dari tarikan gravitasi yang ada di bumi secara menyeluruh. Di usia yang semakin tua, Prof Brand merasa sudah tidak memiliki kemampuan lagi dan tidak ada harapan untuk membawa Cooper dan Endurance pulang. Murph diberi tahu bahwa sebenarnya dari awal Prof Brand sudah mengetahui tidak ada jalan keluar dalam persoalan yang dihadapi manusia pada saat ini.


Murph mengirim pesan yang di terima Endurance bahwa tidak ada jalan keluar, Cooper menyadari masih ada harapan untuk menyelamatkan umat manusia, melewati Gargantua dan mengirim TARS ke dalamnya untuk mengumpulkan data singularitas di balik lubang hitam  kemudian melempar pesawatnya dengan bantuan gravitasi ke arah planet Edmunds. Cooper berbohong kepada Amelia dan mengirim pesawatnya sendiri ke Gargantua sehingga Amelia dapat keluar dari tarikan gravitasi. Cooper melontarkan dirinya sebelum pesawatnya hancur, lalu terjebak di ruang luar dimensi tempat waktu tidak bersifat linier dan diwakili oleh kamar tidur Murph. Ia sekarang mampu menyaksikan setiap detik hidup Murph secara bersamaan, lalu menyadari bahwa dirinya adalah hantu Murph dan dapat memancarkan data yang dikumpulkan TARS melalui batasan dimensi agar Murph bisa menyelesaikan persamaan Profesor Brand.


Misi Cooper akhirnya selesai. Makhluk luar dimensi, manusia yang telah berevolusi dan melintasi alam semesta fisik, menutup ruang tesseract tersebut dan melepaskan Cooper kembali ke tata surya melalui lubang cacing di dekat Saturnus. Ia pun ditemukan oleh sebuah wahana NASA. Ia bangun di wahana NASA yang berperan sebagai pemandu wahana pengangkut manusia lainnya menuju lubang cacing. Cooper akhirnya bertemu kembali dengan Murph yang saat ini merupakan wanita lanjut usia, karena rentang waktu setelah melewati lubang cacing sangat panjang. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan untuk terakhir kalinya, ia mencuri salah satu kapal NASA dan masuk ke lubang cacing untuk mencari Amelia yang telah menemukan sisa-sisa ekspedisi Edmunds sekaligus planet yang dapat menopang kehidupan.




Sunday, February 2, 2020

Review Film: Perfect Blue (1997). Film 'Gila' Dalam Sejarah Anime



Review Film: Perfect Blue
Satoshi Kon menggarap film anime yang diberi judul Perfect Blue, tema dari film ini Psikologis Thriller. Satoshi sendiri dikenal sebagai sutradara yang sering membuat cerita yang dianggap aneh oleh sebagian orang. Film ini juga sebagai film pertama yang digarap oleh Satoshi, Perfect Blue awalnya merupakan karya yang diadaptasi dari novel karya Yoshikazu Takeuchi (1991).
Film ini menceritakan tentang kehidupan seorang idol bernama Mima Kirigoe, dia tergabung dalam sebuah grup idola bernama CHAM! Walaupun telah debut dan memiliki beberapa lagu, grup idola ini tak kunjung menemui kesuksesan. Pihak agensi akhirnya memutuskan mengeluarkan Mima dan menjadikannya sebagai seorang aktris, saat itu aktris dinilai lebih menjanjikan untuk menaikan saham agensi.

Saat menonton film ini, saya tercengang dan sedikit bingung, kita akan kesulitan membedakan antara realita, imajinasi, dan ekspetasi yang seringkali membaur dan tergabung satu sama lain. Namun, semakin film ini berjalan kita akan semakin intens menyerap setiap twist-twist yang tersaji secara sempurna. Ada kecurigaan terhadap beberapa tokoh yang kemudian kecurigaan itu hilang, dan beberapa adegan yang diambil lewat perspektif yang memukau.
Mari kita lanjut, setelah Mima keluar dari grup idola tersebut akhirnya dia bermain dalam sebuah film, namun dialognya masih sedikit karena Mima sendiri masih berstatus aktris yang baru. Menjadi aktris tidaklah mudah untuknya, banyak fans setianya yang menginginkan dia tetap menyanyi dan menari untuk mereka.
Di tahun tersebut ketika dunia internet baru mulai dikenal di Jepang, seorang fans membuat situs khusus untuk Mima yang isinya menceritakan kehidupan sehari-hari Mima, anehnya saat Mima membaca situs tersebut setiap cerita yang tertulis benar-benar detail. Dimulai saat Mima yang selalu menggunakan kaki kanan terlebih dahulu sebelum turun dari kereta, karena Mima takut terkena sial jika menggunakan kaki kiri dan beberapa hal yang tertulis secara detail.


Setelah beberapa waktu, beberapa film mulai dibintanginya, film yang sangat berani karena bertema prostitusi. Manager dari Mima terlihat tidak setuju karena image Mima adalah seorang gadis yang manis, namun dengan berani Mima akhirnya menyetujui film tersebut. Tubuh Mima sangat terekspose dalam film tersebut, tak berenti sang stalker mulai menjadi semakin agresif.
Sutradara dan penulis naskah dari film yang dibintangi Mima meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. Kondisi psikologis Mima semakin memperihatinkan, dalam pembunuhan tersebut, seolah-olah Mima yang melakukannya, karena dalam situs internet yang menceritakan kehidupan Mima tertulis dengan jelas seolah-olah yang menulis pembunuhan tersebut adalah dia sendiri serta kantong penuh darah muncul dilemarinya.


Boleh saya katakan bahwa film ini adalah salah satu film paling ‘Gila’ dalam sejarah anime

“Siapakah engkau?” adalah kalimat yang terus ditanyakan kepada dirinya sendiri. Mima ingin terlihat sebagaimana dirinya yang sekarang, seorang aktris. Namun, Mima sulit mengubah persepsi dari orang disekitarnya yang melihat Mima sebagai seorang idol belaka. Menurut saya, Mima memiliki Gangguan Psikotik (Psychotic Disorder), Mima mulai berhalusinasi, mendengar dan merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
Jika kalian telah menonton film ini, ingatkah kalian sesosok pria aneh yang terus mengikuti Mima? Pria aneh tersebut semakin mengikuti Mima kemanapun dia pergi dengan serangkaian peristiwa aneh. Munculnya sesosok gadis mirip Mima yang memakai pakaian Mima saat menjadi idol dulu turut membuat jalan cerita semakin rumit. Sebagai penonton, sangat sulit membedakan mana dunia khayalan dengan dunia nyata Mima

Mima dan bayangan mirip dirinya 

Obsesi berlebihan dari fans membuat film ini ditujukan untuk mereka yang terobsesi akan suatu hal, sekaligus menceritakan bagaimana wanita mengekspose tubuh mereka demi menaikan popularitas. Semua terpampang nyata seolah tidak ada yang ditutupi.
Diakhir film, Mima terlihat bahagia dan mengatakan "Tapi, berkat dia, aku adalah aku yang sekarang” sembari melihat cermin dan melanjutkan “Tidak, aku yang asli”. Mima mengatakan seolah-olah dia adalah pemenang dari semua kejadian yang menimpanya. Dia berhasil menjadi dirinya sendiri, seorang aktris.






Wednesday, January 15, 2020

Review Film: Lucy (2014). Manusia hanya menggunakan 10% otaknya?


       

Bagi kalian yang sudah nonton film ini, apa kalian percaya dengan hipotesis dari Profesor Samuel Norman (Morgan Freeman) tentang manusia hanya memakai 10% otaknya. Jika benar, saya dan kalian termasuk orang yang sempat percaya hahaha. Film Fiksi Ilmiah ini cukup menjadi sorotan penggemar film Sci-Fi karena hipotesis dari Profesor Samuel ini.
Film dari sutradarai oleh Luc Besson ini terbilang sukses, Lucy menjadi film Perancis yang paling sukses diluar Perancis selama 20 tahun terakhir dan menjadi film pertama yang sebagian difilmkan menggunakan kamera IMAX.
Lucy (Scarlett Johansson) menjadi super pintar, bias belajar satu hal yang baru dia temui dengan sangat cepat dan mudah. Seperti dia bisa belajar dengan cepat bahasa baru, bela diri, sampai punya kekuatan telekinesis.
Keseluruhan dari plot film ini berdasarkan bahwa kita sepanjang sejarah umat manusia hanya memakai 10% dari total kapasitas otak kita. Mungkin sebagian dari kita terbuai dan berangan-angan kemampuan apa saja yang bisa kalian dapatkan jika berhasil memakai 100% kapasitas otak. So yeah, god: that’s totally nonsense
Sampai saat ini gak ada penelitian yang menunjukan hal itu, mungkin sutradara film ini terinspirasi dari misinteprestasi temuan sains yang kurang lengkap kurang lebih serratus tahun yang lalu. Jadi pada awal abad 20, para peneliti pada saat itu sedang mempelajari otak manusia penderita sakit stroke dan bintang, mereka menemukan bahwa bagian otak tertentu memiliki aktivasi yang berbeda. Misalnya, saat mereka menyetrum bagian otak kanan maka tangan kanan akan merespon dan begitupun sebaliknya. Mereka mencoba metode ini untuk memetakan fungsi-fungsi dari setiap bagian otak.
Hasilnya? Dari metode tersebut ternyata hanya 10% bagian otak yang dapat merespon ketika distimulasi aliran listrik, dan tersisa 90% bagian otak yang tidak merespon, artinya tidak ada anggota tubuh yang merespon sedikitpun. Pada saat itu para saintis menyebut 90% area tersebut dengan nama Silent Cortex karena fungsinya belum diketahui sampai dengan Sekaran tetapi bukan bekan berarti tidak berfungsi.
Zaman sekarang, untuk memahami fungsi otak sendiri sudah ada alatnya, seperti MRI, CT Scan, PET Scan dan EEG. Hasilnya sudah bisa diolah secara kuantitatif maupun grafis dengan sangat presisi di komputer, dengan alat-alat tersebut kita bisa mengobservasi aktivitas virtual otak.
Dr. Barry Gordon, seorang professor neurologi di School of medicine adalah salah satu ilmuan yang tidak setuju akan hal ini, dia menyatakan bahwa manusia benar-benar menggunakan setiap bagian otaknya secara aktif setiap waktu. Pada beberapa kesempatan, bagian otak tertentu tidak akan bekerja untuk menggerakan tubuh seperti metode yang dilakukan para saintis dulu. 90% bagian otak yang diberi nama Silent Cortex memiliki kemampuan kognitif (berpikir, menghitung, berbahasa).
Dalam film ini juga sedikit menyentil tentang asal-usul manusia adalah kera. Hmm.. ini teori Darwin. But, guys this just entertaint. Kera dalam film ini adalah Australopithecus afarensis, yang mewakili penghubung yang hilang antara kera dan manusia. Yash, teori Darwin.
Selaku sutradara, Luc Besson sebenarnya tahu mengenai asumsi ilmiah ini salah, seperti manusia menggunakan 10% kapasitas otaknya, Luc menyatakan bahwa asumsi semacam itu menjadi awalan yang baik untuk sebuah film fiksi ilmiah.



Monday, January 6, 2020

Review Film: Ready or Not. Tradisi keluarga Gila




Film ini adalah film horror misteri thriller Amerika Serikat yang disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Film ini tergolong ringan untuk film bertema horror misteri thriller. Sebuah keluarga bermarga Le Domas memiliki tradisi aneh yang dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi keluarga mereka utnuk mempertahankan kekayaan yang mereka miliki. Sampai suatu ketika tradisi ini dilakukan kembali saat pernikahan anggota keluarga mereka.
Grace (Samara Weaving) adalah seorang gadis yang memiliki kekasih bernama Alex Le Domas (Mark O’Brien). Alex diketahui berasal dari keluarga berada, mereka akan melakukan pernikahan untuk melanggengkan hubungan yang telah lama mereka jalani. Grace merasa bahagia bisa menikah di rumah keluarga besar Alex, pernikahan itu dihadiri oleh seluruh keluarga Alex dan kerabat dekat mereka.
Malam tradisi dimulai oleh keluarga Le Domas. Tradisi ini adalah permainan kecil namun memiliki arti yang besar bagi keluarga ini. Saat mencabut salah satu kartu, Grace mendapatkan kartu “Hide and Seek” atau petak umpet. Namun, ini bukan petak umpet biasa, justru ini membuat Alex dan ibunya Becky Le Domas khawatir.
Grace akan menghadapi peristiwa berdarah dalam hidupnya, dia harus bersembunyi dan jangan sampai ketahuan oleh siapa pun, masing-masing keluarga memegang senjata yang siap kapan saja membunuh Grace. Tentu saja Grace yang dihadapkan situasi seperti ini langsung shock berat dengan malam pertama yang tidak seindah yang diharapkan, justru hal gila inilah yang terjadi.
Samara Weaving menurutku berhasil mentransformasi dirinya menjadi wanita yang nakal dalam film ini, yang kemudian berpikir logis, shock dan kemudian menunjukan kegilaannya sendiri pada keluarga Le Domas.
Menurutku, film ini tampil baik menyajikan sekaligus menggiring penonton pada kesintingan yang mungkin saja tersimpan jauh di salah satu isi otak dan hati kita semua, tentang bagaimana keluarga yang kaya raya mendapatkan semua kekayaan itu. Well, itu hanya konspirasiku saja haha.


Wednesday, December 25, 2019

Review Film: Midsommar (2019)




Reviev Film: Midsommar (2019)

Film Midsommar di sutradarai oleh Ari Aster yang juga orang dibalik suksesnya film Hereditary. Film ini berkisahkan tentang seorang wanita yang bernama Dani Ardor (Florence Pugh), yang mengalami trauma yang mempengaruhi mentalnya, ditambahnya hubungan asmara yang memburuk.
Suatu hari, Christian diundang oleh salah satu temannya, Pelle, untuk menikmati liburan musim panas mereka dikampung halamannya, Hälsingland, Swedia. Usulan yang dikatakan Pelle sangat menarik. Karena, ada sebuah perayaan yang dilakukan sekali dalam 90 tahun dan berlangsung Sembilan hari lamanya.
Dani yang tidak mengetahui hal tersebut merasa bahwa dia akan ditinggalkan sendirian, dan mulai bertanya pada Chris. Melalui sedikit perdebatan, akhirnya Dani ikut bersama mereka juga teman-teman Chris.
Melalui perjalanan yang panjang untuk sampai ketempat tujuan mereka, akhirnya sampailah mereka dikampung halaman Pelle, desa Harga. Suasananya ala-ala pedesaan, dengan tone yang cerah serta lagi-lagi transisi yang smooth diberikan oleh Ari Aster namun menurut saya ini creepy, melihat semua orang berpakaian serba putih. Belum lagi tempat peristirahatan mereka dalam satu tempat yang sama dan jika kalian perhatikan dindingnya itu terdapat banyak gambar, semeotika difilm ini banyak banget.
Namun, kehangatan yang mereka rasakan saat disambut oleh warga di desa Harga tidak bertahan lama. Dimulai dengan scene seorang kakek dan nenek yang terjun dari atas tebing sampai meninggal dan disaksikan oleh warga seolah-olah itu hal yang biasa.
Adat dari desa Harga ialah saat umur mencapai 72 tahun, maka kalian harus melakukan ritual jatuh dari tebing. Maksudnya adalah saat kalian makin tua kalian akan dengan mudah terserang penyakit dan membutuhkan orang untuk merawatnya, daripada kalian bersakit-sakit jadi sekalian saja kalian melakukan ritual “bunuh diri” dengan harapan kalian akan memiliki reinkarnasi dimasa yang akan datang.
Mungkin bagi kalian yang masih bingung dengan sesosok perempuan kecil yang memiliki bentuk wajah yang aneh, setelah saya nonton lagi perempuan itu memiliki tugas untuk menulis buku (semacam Al-Kitab desa Harga), kondisi wajah ini didapatkan karena hubungan seks sedarah atau inces. Saya lupa durasi keberapa, yang jelas ada dialog yang seolah-olah mengatakan bahwa sebelumnya memang ada kondisi fisik dari mereka yang seperti itu karena hubungan sedarah dan itu terus dilakukan kalua si gadis ini telah meninggal.
Saya menyimpulkan bahwa hubungan sedarah ini dibenarkan oleh warga di desa Harga untuk meneruskan penulis Al-kitab mereka. Karena kondisi fisik yang berbeda, anak dari hubungan sedarah dianggap suci dan bersih dari dosa dan dipercayakan untuk menulis di Kitab mereka. ‘Lah terus kok anak lain normal?’ hemm coba pikirkan, anak dari hubungan sedarah akan memiliki gen yang tidak seimbang dan berakhir dengan kondisi fisik yang berbeda, lantas dari hubungan seks apakah anak lain terlahir dalam kondisi fisik normal? Ini akan terjawab saat kalian menontonnya dengan seksama.
Beberapa hari kemudian beberapa teman Chris mulai hilang entah kemana (nonton aja biar tahu) yang tersisa hanya Dani yang menjadi putri bulan Mei karena menang dalam salah satu ritual dalam sembilan hari perayaan desa Harga.
Saya kurang tahu film ini tayang di bioskop Indonesia atau tidak, mengingat ada banyak adegan seperti ritual seks, sekte, serta ramuan minuman pemikat cinta. Jika ditayangkan, film ini memiliki banyak bagian untuk disensor oleh Lembaga Film Indonesia.
Banyak yang bertanya-tanya tentang Midsommar sebagai sequel dari Hereditary (lihat gambar dibawah)


 durasi 1:01:15
 Bukankah pasangan yang berjalan itu mirip dengan Dani dan Chris? Saya akui memang itu terlalu mirip, namun saat saya menonton film ini saya belum menemukan dengan pasti hubungan antara Hereditary dan Midsommar. Untuk penutup, menurut saya Ari Aster sukses menghadirkan suasana horor disiang hari.



Tuesday, December 24, 2019

Review Film: Hereditary (2018)


Review Film: Hereditary
Film ini menceritakan tentang sebuah keluarga Steve Graham dan Annie Graham yang mengalami hal-hal aneh semenjak kematian nenek atau ibu dari Annie yang bernama Spanish. Hal aneh mulai terjadi saat Charlie anak terakhir meninggal dengan kondisi yang mengenaskan, yaitu dengan kondisi kepala yang putus bertabrakan dengan tiang listrik saat perjalanan ke Rumah Sakit.
Dari awal film, Hereditary sudah membangun suasana yang mencekam dengan tone yang gelap ditambah transisi yang sangan mulus yang dapat membuat kita seakan berada dalam film tersebut. Sutradara, Ari Aster membuat jalan cerita yang rapi dalam film ini.
Ada keanehan saat pemakaman ibu dari Annie, dia mengatakan bahwa ibunya memiliki hal-hal yang rahasia seperti ritual rahasia, hal ini membuat saya berpikiran bahwa ada hubungannya dengan ritual pesugihan atau sekte seperti yang ada di Indonesia. Kesimpulan ini saya ambil saat Annie menemukan tumpukan barang dari ibunya dan ada beberapa album foto yang berisikan foto-foto ibunya yang dikelilingi oleh beberapa orang.
Jika kita perhatikan dari awal film, keluarga ini tidak memiliki hubungan yang harmonis, akhirnya diketahui berawal saat Peter masih kecil ada sebuah insiden dimana sang ibu hampir saja membakarnya, saat itu Annie memiliki gangguan tidur berjalan, mulai saat itu hubungan ibu dan anak ini mulai memburuk.
Steve sebagai kepala keluarga menurut saya tidak bisa mengatasi masalah yang ada didalam keluarganya ini, yang telah berangsur sangat lama.
Pada awal film tepatnya saat pemakaman sang nenek, sudah dijelaskan bahwa Charlie memiliki alergi terhadap kacang, yang akan membuatnya sesak nafas. Di ceritakan saat itu, Peter menghadiri pesta temannya yang di adakan dirumah temannya dan saat itu adiknya ikut bersamanya.
Perlu diketahui sang kakak memiliki gangguan kecemasan sekaligus seorang pecandu narkoba. Di pesta tersebut Charlie memakan sebuah kue cokelat yang berisikan kacang. Tak berlangsung lama gejala sesak nafaspun mulai terjadi sampai akhirnya Peter dengan panik membawanya menuju Rumah Sakit dan terjadilah insiden kecelakaan yang merengut nyawa adiknya.
Hubungan keluarga ini nampaknya makin memburuk semenjak kematian Charlie, mulai saat itu Annie mulai bergabung dalam sekelompok orang yang bertujuan mencari ketenangan atas apa yang telah menimpa dirinya, Annie akhirnya bertemu dengan Joan yang juga anggota dari kelompok tersebut. Beberapa hari kemudian, Joan memperkenalkan kepada Annie cara berinteraksi dengan arwah orang yang telah meninggal, awalnya Annie merasa ini hal yang gila, namun Joan terus memaksa bahwa ini dapat membantu Annie.
Setelah berpikir dalam waktu yang lama akhirnya Annie mulai berani melakukan hal itu, dia memanggil anaknya Peter dan suaminya Steve untuk membantunya melakukan pemanggilan arwah itu, dan yeah it’s work. Steve merasa itu adalah hal gila jika terus dilakukan.
Peter juga merasakan hal aneh dalam hidupnya, ada sebuah scene dimana Joan memanggil peter saat berasa di sekolah (peter tidak tahu siapa joan). Selang beberapa jam saat di kelas, Peter bendengar suara dari adiknya yang berbunyi “Klok” yang semasa masih hidup adiknya membuat balon permen karet yang kemudian dipecahkan, dan seolah tidak sadar Peter membenturkan kepalanya sampai tulang hidungnya patah.
Singkat cerita pada suatu saat Annie membuka album foto dari ibunya dan memperhatikan dengan seksama foto-foto tersebut, disitu ada banyak orang yang seakan merayakan sesuatu, sampai akhirnya Annie melihat Joan Bersama ibunya di foto tersebut. Kemudian muncul beberapa lalat dari rumahnya yang membuat Annie terganggu sampai akhirnya arah sekumpulan lalat itu dari loteng rumahnya, sampai akhirnya setelah Annie periksa yang ternyata sekumpulan lalat itu berasal dari tubuh ibunya tanpa kepala.
Suasana semakin mencekam saat Annie mulai kerasukan setelah suaminya mati terbakar dan mulai mengejar Peter, anaknya sendiri. Peter kemudian lari ke loteng, namun disini mayat dari neneknya sudah tidak ada, beberapa saat terdengan suara yang menurut saya seperti suara gergaji besi (tahu kan kelen) dan ternyata itu berasal dari ibunya yang sedang memotong lehernya sendiri. Mental Peter mulai makin buruk disini, karena takut Peter langsung loncat dari loteng itu dan pingsan untuk beberapa saat.
Saat Peter mulai sadar sekilas dia melihat tubuh ibunya tanpa kepala yang terbang dan masuk ke rumah kecil (istilahnya rumah-rumahan tapi kalo amerika lebih keren rumah-rumahannya). Penasaran, Peter-pun mengikuti ibunya masuk, jika kita perhatikan ada beberapa orang yang dalam kondisi sujud. Orang-orang ini menurutku adalah orang yang telah meninggal dan sempat tergabung dalam sekte mereka ini. Kondisinya beragam, ada yang telanjang dan ada yang dalam keadaan kepala yang hilang.
Mereka bersujud pada sebuah patung yang kepalanya jika kita perhatikan itu adalah kepala dari Charlie, adiknya Peter. Mahkota yang awalnya berada di kepala Charlie dipindahkan ke Peter, terdengar juga suara Joan yang mengatakan “you are paimon”. Paimon disini ialah salah satu dari delapan raja dari neraka
Menurutnya pemindahan mahkota ini adalah menandakan bahwa Paimon sekarang telah berpindah dari tubuh yang awalnya di Charlie ke Peter. Saya simpulkan mereka ini menyembah Paimon dalam sekte mereka.
Jadi gini, awalnya Paimon berada pada jiwa dan tubuh Spanish, ibu dari Annie, setelah meninggal itu harus diturunkan pada cucu terakhir, sudah nonton film Pengabdi Setan? Dimana anak terakhir itu yang diambil. Disini Paimon telah berada di tubuh Charlie, namun Posaimon menginginkan tubuh yang lebih kuat yaitu Peter.
Disini jelas ya mereka ini menyembah Paimon, mereka menjual jiwa dan tubuh mereka pada setan, untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Dan ini berlaku secara turun-temurun tanpa terkecuali.
Setelah Charlie mati, Paimon berpindah ke tubuh Annie, kenapa? Ya karena Annie memiliki hubungan darah dengan Peter, sedangkan Paimon hanya butuh Peter yang hidup agar bisa berpindah jiwa dan tubuh. Maka dari itu, Paimon merasuki Annie dan melakukan bunuh diri, jadilah hanya Peter yang hidup dan lancarlah pemindahan jiwa dan tubuh Posaimon.
Sebagai penutup, scene terakhir yang membuat saya langsung ngerti dan merinding itu saat Joan mengatakan “We’ve corrected your first female body (Charlie and Annie) and give you know this healthy male host (Peter)”.





Sunday, December 15, 2019

Quote: Hidupmu Pilihanmu





Aku suka hujan.
Sebuah anugerah dari Tuhan untuk hambanya yang lupa cara bersyukur.
Aku bingung saat datangnya hujan, mengapa banyak orang yang mengaitkannya dengan kesedihan.
Perkara sedih, menurutku itu manusiawi.
Itu salah satu dari sekian bumbu kehidupan yang akan kita lewati. Bumbu yang akan mewarnai hidupmu. Bumbu yang akan membuatmu bijak dalam mengambil setiap langkah yang akan kau pijak.
Ayolah, bangun dan cari bumbu lainnya. 
Ini hidupmu, tak ada satupun orang yang menghalangimu.
Kamu merasa gagal? Hahaa selamat.
Kamu masih terjebak dalam lingkaran kegagalan yang kamu buat.
Kamu masih berpikir dua kali saat ingin mengambil langkah.
Selamat. Kamu masih tinggal ditempat yang sama untuk sesuatu yang tidak terulang kembali.
Mau sampai kapan kamu terjebak dalam lingkaran kepedihan? 
Melihat mereka yang tertawa bahagia, karena berani melangkah mengikuti kata hati.
Janganlah takut untuk melangkah.
Ini hidupmu.
Kamu sutradara.
Kamu mengatur jalannya hidupmu.
Tak seorangpun berhak menjatuhkanmu.
Percayalah. Dirimu bisa melakukannya.
Apapun yang kamu lakukan, tak akan terlihat baik untuk orang yang menghalangimu.
Karena manusia tak akan terlihat baik didepan manusia.

Wednesday, December 11, 2019

Puisi: Malam yang Indah



Malam ini indah
Saat kita duduk berhadapan
Berbagi cerita
Tawamu
Menenangkan hariku yang suram
Senyummu
Mengapa senyum itu menular padaku
Saat seperti ini
Dunia serasa berhenti berputar
Serasa melawan waktu
Menolak beranjak
Gengamlah tanganku
Genggam tangan ini
Berdua kita lewati waktu semakin berlalu
Bersama cinta yang tak menua
Melawan waktu
Karenamu
Melamun memikirkanmu
Takkan pernah seindah ini

Tuesday, December 10, 2019

Opini: Misoginis di Sekitarku



Foto Suara.com

“Makanya pria itu harus disekolahkan tinggi-tinggi biar bisa melamar perempuan yang di bawahnya, kita perempuan ya di rumah, menunggu pria melamar, mengurus rumah.”

SAYA melirik jam ditangan kiri saya yang menunjukan pukul 07.15, pagi ini adalah jadwal kuliah yang membahas tentang gender, menurut saya itu adalah hal baru karena saya belum pernah mendengarnya. “Pasangan suami istri, perempuan mendapatkan bagian kerja lebih banyak daripada pria.” Kata dosen saya. Hal pertama yang terbayang dikepalaku adalah ibu, saya mengingat saat ibu bangun subuh, mulai mempersiapkan segala kebutuhan ayah dan anak-anaknya. Setelah itu, ibu akan melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga, hingga menjelang sore mulai memasak untuk kami. Jika diingat, ibu adalah anggota keluarga pertama yang bangun dan terakhir yang akan tidur.
Setelah kelas berakhir, saya langsung mencari jurnal di internet tentang kesetaraan gender. “di Indonesia, di lingkungan pemerintahan maupun swasta, perempuan yang mempunyai kesempatan menduduki jabatan, belum sebanding dengan laki-laki. Meskipun mempunyai menteri wanita, duta besar wanita, jendral wanita bahkan pernah presiden wanita, namun itu masih kelihatan perbedaan yang sangat jauh jumlahnya bila dibandingkan dengan laki-laki yang menduduki jabatan tersebut.” (Hermawati, 2007)
Saya merasa tertarik, yang pada akhirnya saya di pertemukan dengan istilah Misoginis, yang saya simpulkan sebagai perbuatan ketidaksukaan terhadap kaum wanita. Mari saya ceritakan tentang misoginis yang pernah saya temui di kehidupan saya.
Suatu hari tepatnya hari minggu, kebetulan saya sedang libur kuliah menjelang pergantian semester. Hari itu di desa sedang ada kegiatan gotong royong (kerja bakti) di masjid. Sembari bersiap-siap, terdengar suara toa dari masjid, “diharapkan bagi ibu-ibu cewek-cewek agar sekiranya bisa lekas datang untuk membersihkan halaman masjid, terima kasih," seketika saya mengernyit bingung dan bertanya-tanya, “apakah hanya para wanita yang bersih-bersih di masjid?”
Lengkap dengan cangkul yang saya bawa, saya berjalan menuju masjid. Ketika sampai saya melihat halaman masjid yang penuh dengan rumput liar. Saya menuju ketempat yang ditumbuhi rumput liar dan mulai membersihkannya bersama dengan beberapa pemuda lainnya.
Saat sedang mencangkul saya dipanggil, “eh! Yuda sini angkat sampah saja, karungnya di sana tugas laki-laki angkat sampah kan itu lebih berat kasihan kalau perempuan angkat," kata imam masjid yang sedang asyik minum air dingin. Saya lalu berlari mengambil karung, lantas saya melihat di mana tumpukan rumput yang akan dibuang. Sambil melirik para petinggi masjid yang disebut imam, entah jin mana yang merasuki diri mereka yang memilih bersantai disaat warga lain bekerja.
Para wanita bekerja layaknya di rumah sendiri, cuaca panas yang membakar kulit tidak membuat mereka mengeluh, dengan sigap saya mulai memasukkan tumpukan sampah yang telah dikumpul oleh mereka, “Ibu kalau capek istrahat dulu, ini panas,” kata saya kepada wanita paruh baya disamping saya.
“Terus siapa yang mau kasih bersih?”
“Kan ada cowok-cowoknya Bu.”
“Sudah ini tugas perempuan,” balas si ibu kembali melanjutkan pekerjaan.
Sembari mengangkut sampah, saya mulai berpikir apa yang membuat perempuan memiliki pikiran bahwa itu adalah tugas mereka? Bahkan itu adalah pekerjaan yang lebih berat ketimbang duduk-duduk menikmati air dingin di cuaca yang panas ini. Entahlah, aku hanya merasa ironis.
MEMANG mengangkut sampah sekarung penuh tentu-lah sangat berat. Tapi bukan berarti perempuan tidak bisa, kan? Aku yakin bisa. Konstruksi sosial dari masyarakat yang membenarkan bahwa pekerjaan “berat” itu tugas khusus pria. Lantas ada sebuah konstruksi sosial yang berbeda didaerah lain. Bali misalnya, perempuan bahkan melakukan pekerjaan yang di anggap “pekerjaan pria”, seperti pekerjaan dikantor, juga ada Pajegan,rangkaian buah-buahan dan bunga sepanjang kurang lebih 120 centimeter. Tahun 2018 pernah ada ritual dengan menggunakan pajegan sepanjang tiga meter dengan berat sekitar 30 kilogram. Membayangkan saja entah kenapa aku ngeri. Tentu saja berat!
Seringkali dapat dilihat perempuan Bali mengambil pekerjaan yang disebut untuk pria karna tergolong dalam pekerjaan yang “kasar”, seperti bekerja sebagai tukang susun di Pasar Badung yang memikul beban yang berat di atas kepala.
Hey, saya teringat menjelang lebaran, di desa saya warga berlomba-lomba mengecat rumah. Jika di lihat, hampir semua pria yang melakukannya, perempuan tentu saja di dapur menyiapkan 4-5 toples kue, yang saya yakin hari kedua lebaran sudah tandas jika tidak dikunci dilemari. Pastilah ibu yang melakukan itu.
Menjelang malam saya memberanikan diri bertanya kepada ibu saya, dalam percakapan singkat itu aku mencoba bertanya seputar perempuan.
“Ibu, menurut ibu bagaimana perempuan yang memiliki pekerjaan yang lebih tinggi posisinya dari pada pria?”
“Pria itu pemimpin toh nak, malu lah pria kalo ada perempuan begitu.”
“Malu gimana Bu? Kan bagus punya penghasilan.”
“Ya bagus, tapi nanti yang ada pria malu buat melamar karena perempuan posisi kerjanya lebih tinggi dan harga diri pria bakal ciut,
“makanya pria itu harus disekolahkan tinggi-tinggi biar bisa melamar perempuan yang di bawahnya, kita perempuan ya di rumah, menunggu pria melamar, mengurus rumah,” kata ibu sambil asyik minum teh hangat.
Dari mana datangnya pemikiran seperti itu? Pemikiran yang dimiliki oleh hampir setiap perempuan yang ada di desa, apa budaya memengaruhi pola pikir masyarakat tentang arti perempuan? Pernah saya mengikuti upacara kebudayaan karena hasil panen yang melimpah di desa saya, dalam upacara tersebut para pria duduk sembari berzikir, sedangkan para wanita dengan telaten memasak dan membawa sesaji yang ukurannya dua kali lebih besar dari tubuh mereka. Jika pria yang katanya mempunyai tenaga Bukankah tugas besar seperti ini dilakukan oleh para pria? Yang tenaganya lebih kuat?. 
Saat masa kecil, anak lelaki dibiasakan untuk bekerja berat seperti membajak sawah ditemani teriknya matahari, dan anak wanita berdiam diri di rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah. Kebiasaan ini terbawa hingga mereka dewasa dan membangun rumah tangga.
 Seorang istri misalnya, karena terbiasa dengan pekerjaan rumah, ketika menikah ia  akan bangun saat subuh dan mulai memasak, membersihkan rumah, dan mempersiapkan pakaian yang akan dipakai  anak dan suaminya untuk ke sekolah dan ke tempat kerja. Sedangkan seorang suami akan bangun dan menikmati hasil pekerjaan istrinya.
Pada suatu malam, saya ingat itu terjadi pada malam minggu, saya bersama beberapa kawan sedang kumpul di sebuah kedai kopi. Saat sedang asik bernostalgia tentang masa SMA. Tiba-tiba teman perempuan kami izin pamit dengan alasan sudah larut malam, dengan refleks saya mengangkat tangan kiri dan melihat jam tangan saya, “pukul 9.20,” pikirku.
“Loh, baru jam sembilan ini kok sudah pulang?” Tanya saya.
“Iya kan anak cewek,” jawabnya memelas, “beda sama kalian cowok, bisa jaga diri, anak cewek tidak bisa di luar malam-malam nanti dikira cewek nakal,” lanjutnya sambil berdiri mengambil tas, bersiap untuk pulang.
Saya pernah menghadiri sebuah diskusi tentang misoginis, dalam diskusi tersebut saya menemukan bahwa misoginis terjadi tanpa kita sadari. Lingkungan masyarakat ada pembenaran bahwa seorang lelaki harus menjadi pemimpin untuk rumah tangga, sedangkan perempuan mempunyai tugas untuk memasak, mencuci, serta mengurus anak dan suami. Perempuan juga mempunyai beberapa batasan-batasan dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang lahir di masyarakat secara tidak langsung mengkerdilkan status perempuan dimasyarakat, perempuan selalu menjadi subordinasi dari kepatriarkian lelaki.
Kita paham bahwa secara biologis, perempuan memiliki tiga hal yang hanya bisa dilakukan oleh mereka, seperti hamil, melahirkan, dan menyusui. Selebihnya pekerjaan lelaki adalah pekerjaan-pekerjaan umum yang bisa dilakukan oleh perempuan dan laki-laki
Konstruksi sosial yang dibangun di masyarakat secara tidak langsung melegitimasi perbuatan misoginis, seperti masyarakat membenarkan adanya hierarki, terkadang pelaku misogini tidak mengetahui bahwa mereka sedang melakukan misoginis. Herannya perempuan juga terjebak dalam konstruksi sosial ini, dan melakukan misoginis kepada dirinya sendiri dan perempuan lain.





5 Fakta Kamen Rider Black. Si Ksatria Baja Hitam

Dunia perfilman selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta Box Office atau bioskop, sampai saat ini sudah banyak film yang mengudara....